logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Nur Sofyan Raih Medali Perak dalam Kejuaraan Kickboxing Indonesia

Ditengah situasi pandemi, Nur Sofyan mahasiswa Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil menorehkan prestasi di kejuaraan Kickboxing Indonesia 2021. Bertempat di Gedung Widyakartika Surabaya, mahasiswa angkatan 2021 ini berhasil menyisihkan ratusan peserta dan membawa pulang medali perak. “Alhamdulillah bisa berhasil meraih medali perak pada kejuaraan kickboxing pertama saya. Namun kedepan ingin bisa lebih dari ini dan membawa pulang medali emas,” tuturnya saat diwawancara melalui telepon, Jumat (17/12).

Sempat tertunda karena pandemi, kejuaraan bela diri modern kembali digelar pada 18-19 November 2021 oleh Kickboxing Indonesia dengan diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Mahasiswa yang akrab disapa dengan Sofyan ini turun dalam kategori kick light pada kejuaraan tersebut. Meski baru kali pertama tampil di kejuaraan Kickboxing, namun Sofyan sudah menggeluti seni bela diri pencak silat sejak bangku SMP. “Untuk mengeksplor kemampuan bela diri, sejak satu tahun lalu saya bergabung dengan Ju-jitsu Untag Surabaya dan belajar kickboxing. Sebelumnya saya aktif dalam kejuaraan pencak silat sejak SMP.” tutur alumnus SMKN 7 Surabaya itu.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam kejuaraan perdana ditengah pandemi tidak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya. Hanya saja syarat vaksin dan ditiadakannya penonton menjadi salah satu prokes yang diberlakukan oleh panitia. “Tidak ada yang berbeda antara pertandingan sebelum pandemi maupun sesudah pandemi selain diberlakukannya prokes yang ketat. Dalam kejuaraan ini setiap atlet maupun panitia harus sudah divaksin dan penonton juga tidak boleh masuk dalam arena.” jelas Sofyan.

Menyinggung kendala yang dihadapi, Sofyan menuturkan tidak menjumpai kendala yang berarti ketika pertandingan. Justru kendala itu muncul menjelang pertandingan dimana dia sulit menemukan tempat untuk latihan. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk mempersiapkan kemenangan.  “Selama pertandingan tidak ada kendala, kendalanya justru sebelum kejuaraan, karena banyak ditutupnya tempat latihan sehingga hanya bisa lari di jalan dan latihan dirumah.”  sambungnya.

Ketertarikan Sofyan pada seni bela diri bermula dari dirinya yang suka berkelahi ketika menempuh bangku sekolah. Namun kegemaran itu ia tuangkan dalam seni bela diri sehingga mampu menjadi kebanggaan bagi sekolah maupun keluarga. “Harapan buat teman-teman lainnya, terus kembangkan diri, daripada terjerumus dalam hal negatif dan pergaulan bebas. Alangkah baiknya untuk aktif dalam komunitas yang menjadi hobi kalian. Dulu saya juga hobi berkelahi, tapi saya arahkan ke seni bela diri sehingga bisa memberikan dampak positif serta membanggakan keluarga maupun sekolah.” tutup mahasiswa yang bercita-cita menjadi tentara ini. (am/ua)



PDF WORD PPT TXT