logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Niselsi Untag Surabaya Melaju di Tahap 2 Kompetensi Bergengsi KRTI 2021

Adanya pandemi tak membuat mahasiswa Untag Surabaya berhenti berinovasi dan berprestasi. Kali ini, Tim Robot Niselsi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil lolos tahap 1 seleksi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Tim Niselsi diketuai mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesib, Agung Nurkholis dengan anggota Ode Arya Indranata dan Rizcky Eka Iswahyudianto serta dibimbing oleh Dosen Edwin Ramadhani, S. ST., M.T. “Alhamdulillah kami tidak menyangka akan lolos ke tahap berikutnya,” ungkap Dosen Pembimbing, Edwin saat diwawancara melalui telepon. Pasalnya, ini merupakan kali pertama tim Untag Surabaya mengikuti Kompetisi Robot Terbang bergengsi ini.

KRTI merupakan sebuah ajang inovasi bergengsi di Indonesia yang diperuntukkan bagi mahasiswa seluruh Indonesia dalam bidang robotika dan dirgantara di bawah program kegiatan Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek RI. Tim Niselsi Untag Surabaya nantinya akan berkompetisi dengan 32 tim terpilih lainnya di divisi Fixed Wing. Divisi Fixed Wing memiliki misi yaitu melakukan pemetaan udara (Aerial Mapping) dan pemantauan udara (Aerial Monitoring) secara autonomous.

Nama Niselsi Untag Surabaya berasal dari singkatan nama latin Elang Jawa yakni “Nisaetus Bartelsi”. Pemberian nama ini diharapkan agar tim KRTI Untag Surabaya bisa menerbangkan robot terbang bukan hanya pada kompetisi skala nasional saja melainkan hingga skala internasional. Meski begitu, dikatakan oleh Edwin, keikutsertaan tim KRTI kali ini berfokus pada proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas mahasiswa. “Walaupun dari persiapannya sejak akhir 2019 untuk kompetisi 2020 kemarin yang ternyata ditiadakan sementara. Akhirnya 2021 ini kami bisa ikut serta,” tambah Edwin.

Robot Terbang Niselsi dirancang dengan motor brushless dibagian belakang dengan bahan body menggunakan polyfoam. “Penggunaan bahan karena ringan dan kuat pastinya diharapkan bisa menyelesaikan tugas dengan baik,” jelas ketua tim, Agung Nurkholis. Menyesuaikan tema kompetisi, “Pengiriman Paket Darurat pada Wilayah Karantina”, Niselsi dirancang untuk bisa membawa paket barang dengan berat 1-2 kg dengan jarak 5 km pada suatu lokasi. Simulasi ini diibaratkan pada pengiriman paket darurat pada wilayah karantina yang berpotensi dibutuhkan pada masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Untuk proses perakitan, kita (re: butuh) satu bulan selesai. Jika semua komponen sudah ada, untuk assembly-nya cepat. Hanya yang memakan waktu adalah dibagian percobaan,” terang Agung. Tim Niselsi saat ini berfokus pada percobaan untuk semua komponen dan sistem otomatis robot terbang. Namun, adanya pandemi cukup menghambat proses uji coba robot. Meski begitu, dalam mempersiapkan diri menuju tahap 2, Agung dan tim tetap optimis mampu memberikan yang terbaik. Agung mengatakan, “Harapannya untuk lomba kali ini bisa masuk 3 besar dan semoga dilancarkan. Untuk kedepannya diharapkan bisa terus mengikuti lomba KRTI dan bisa membawa nama baik Prodi Teknk Mesin dan Untag Surabaya.” (ua)



PDF WORD PPT TXT