Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Ngabuburit Bareng UKMKI Untag Surabaya

Dalam rangka menyambut bulan penuh berkah, Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Untag Surabaya mengadakan ngabuburit bareng bertema “Kemilau Cinta Ramadhan – Istiqomah Menurut Cintanya”, Rabu, (15/5). Bertempat di Plaza Proklamator, Gedung Graha Wiyata Lt.1 Untag Surabaya, antusiasme mahasiswa dalam mendengarkan tausiah dari Ustadz Marzuki Imron atau yang lebih terkenal disapa Ustadz Naruto sangat ramai.

Memulai materinya, Ustadz Naruto menjelaskan keistimewaan orang-orang yang berpuasa dibulan Ramadhan. Menurutnya, orang-orang yang berpuasa merupakan orang-orang yang istimewa. Pada kenyataannya, diluar sana, banyak yang mengaku muslim dan muslimah, namun belum tentu mau melaksanakan puasa dibulan Ramadhan. “Mungkin sudah familiar dengan surat mengenai kewajiban berpuasa, di Al-baqarah ayat 183. Nah disana yang dipanggil, yang diminta dalam perintah berpuasa itu, Allah memanggil orang-orang yang beriman, bukan orang-orang Islam,” urainya. Didalam Al-quran, Allah menyebut mereka dengan sebutan, “yaa ayyuhalladzina aamanuu” dalam Bahasa Indonesia memiliki arti wahai orang-orang yang beriman. “Jadi, kalian yang saat ini berpuasa itu sama derajatnya dengan orang-orang terdahulu. Tidak semua orang bisa berpuasa, namun hanya orang-orang pilihan. Maka, yang saat ini masih bisa berpuasa, bersyukurlah karena Allah masih memberikan kesempatan untuk bisa berpuasa,” terangnya.

Selain menjelaskan keistimewaan berpuasa, Ustadz Naruto juga menjelaskan tentang makna istiqomah. Ia mengumpamakan orang yang istiqomah dengan seseorang yang bersepeda menuju suatu tujuan. Apabila seseorang istiqomah, maka ia akan tetap konsisten melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan meski banyak godaan yang diterima di sepanjang perjalanannya. “Untuk istiqomah ini tadi, ada tiga cara atau tips yang bisa dilakukan,” ujarnya. Yang pertama, adalah dipaksa oleh diri sendiri. Selanjutnya adalah dipaksa oleh orang lain. Maksudnya adalah dengan berkumpul bersama orang-orang yang sholeh. Sedangkan cara terakhir adalah dengan Allah yang memaksa. Biasanya hal tersebut melalui cobaan agar manusia sadar bahwa apa yang dilakukan kurang tepat. “Jadi, sebelum kita dipaksa oleh Allah, mari melakukan dua tips diatas,” jelas pria kelahiran Surabaya itu. (ua/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda