Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

MILLENIAL SPEAK UP GAET FEB UNTAG SURABAYA

Sabtu, (14/9) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terpilih sebagai lokasi pertama dalam roadshow Millenial Speak Up guna menjaring calon anggota Indonesia Young Entrepreneur Club. Hal ini disambut baik oleh Dekan FEB-Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA. “Output dari mata kuliah kewirausahaan adalah mahasiswa bisa menjadi wirausaha yang mandiri. Seminar ini merupakan media bagi anda untuk mendapatkan ilmu terkait kewirausahaan dari pebisnis yang telah sukses.,” katanya.

Millenial Speak Up merupakan sebuah komunitas yang dirintis oleh Millenial Sejahtera Usaha. Melalui Indonesia Young Entrepreneur Club, mereka membuat sebuah gerakan untuk mencetak wirausaha muda dari setiap kampus di Indonesia, salah satunya UNTAG Surabaya. Nantinya wirausaha baru yang terjaring akan diberikan mentor terkait kewirausahaan. Tampil sebagai narasumber 4 pebisnis milenial yang merintis usaha sejak bangku kuliah kini wirausahanya telah berkembang pesat.

Samuel Prasetyo dan Firstyan Yosua Sadi selaku CEO dari Karya Anak Millenial yakni perusahaan di  bidang konsultan bisnis dan IT membagikan perjalanan wirausaha mereka. “Keinginan berwirausaha muncul ketika di semester 7, karena sesuai dengan peminatan saya. Keluarga saya sederhana dan pas-pasan, jadi saya pikir tidak bisa maju kalau tidak berwirausaha. Karenanya yang selalu saya tekankan adalah value. Perhatikan apa yang menjadi kebutuhan, pasti akan dibeli/ digunakan,” tutur Samuel.

Hal serupa disampaikan oleh Ahtisa Gunawan dari Tripperhood Tools. Owner dari perusahaan yang bergerak di bidang local tour operator ini mengaku keinginannya berawal dari passion yang telah ditekuninya sejak di bangku kuliah, “Ketika di kampus saya ikut organisasi pecinta alam, jadi inilah passion saya. Bersama Tripperhood Tools saya meng-handle tamu asing yang datang ke Indonesia.” Dia menambahkan, “Dulu saya bekerja ngoyo karena setelah menikah saya ingin punya quality time bersama anak. Jadi ketika sudah settle maka bisa dinikmati di usia muda.”

Lain pula dengan Christy Widyawati yang merintis wirausaha berkat kesukaannya nongkrong. “Saya punya sebuah tas. Ketika saya nongkrong di mana pun banyak yang bertanya. Akhirnya terbesit ide saya untuk menjual. Dari yang awalnya 12 buah tas, berkembang menjadi puluhan, ratusan dan bahkan lebih banyak lagi,” ujar wanita yang akrab dipanggil Cici ini. Saat ini Detou Group, perusahaan di bidang bag and merchandise manufacture yang dirintisnya telah berkembang pesat. Kepada seluruh peserta dia berpesan, “Temukan kesempatan dan jangan pernah takut untuk memulai.” (UM/ZE)

Login dengan Username dan password Siakad Anda