logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Menyusul PTM Terbatas, Praktikum Mahasiswa Terlaksana Secara Hybrid

Sesuai dengan Instruksi Rektor, sejak Senin (4/10), kegiatan praktikum mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dilaksanakan secara hybrid. Mahasiswa program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berkesempatan melakukan praktikum perdana secara hybrid bertempat di Computer Center, Graha Widya Untag Surabaya. Terhitung empat mahasiswa semester 5 program studi Akuntansi mengikuti kegiatan praktikum secara luring. Sementara 22 mahasiswa lainnya mengikuti perkuliahan melalui daring.

Dalam pelaksanaannya, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., turut meninjau secara langsung. Dijelaskan oleh Prof. Nugroho, kegiatan-kegiatan praktikum menjadi prioritas untuk dilakukan PTM Terbatas. “Laboratorium ini penting karena terkait dengan kompetensi mahasiswa,” papar Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi itu. Hal ini berkaitan erat dengan visi Untag Surabaya guna menghasilkan lulusan yang kompeten. “Kami tidak mau kecolongan kaitannya dengan kompetensi mahasiswa, karena kalau kompetensi baik maka alumni akan terserap dengan baik nantinya,” imbuh Prof. Nugroho.

Praktikum hybrid menjadi salah satu rangkaian tahap Perkuliahan Tatap Muka (PTM) Terbatas Untag Surabaya. Pada pekan sebelumnya, empat program studi Internasional telah lebih dulu melaksanakan PTM Terbatas. Selanjutnya mahasiswa Angkatan 2020 hingga 2021 dijadwalkan mengikuti perkuliahan hybrid pada awal November. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara daring diwajibkan mengikuti protokol kesehatan secara ketat, sudah tervaksin dan mendapat ijin dari orang tua atau wali untuk mengikuti PTM Terbatas. Selain itu, aktivitas perkuliahan maksimal diikuti dengan jumlah mahasiswa 50% dari kapasitas ruangan atau laboratorium.

 “Hingga saat ini sudah 3908 mahasiswa yang mendaftar mengikuti perkuliahan hybrid,” jelas Prof. Nugroho. Ia melanjutkan, “dengan adanya PTM terbatas ini kampus terlihat hidup kembali. Ini lah kampus, sebagai ajang belajar dan diskusi mahasiswa.” (ua)



PDF WORD PPT TXT