logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Menyongsong Internasionalisasi, Untag Surabaya Tingkatkan Standar Mutu

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Penandatanganan Kontrak Kinerja pada Jumat, (10/9). Bertempat di Gedung Graha Widya lantai 1 Untag Surabaya, kegiatan digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Peserta adalah seluruh Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, Kepala Badan dan Kepala Lembaga di lingkungan Kampus Merah Putih yang menandatangani kontrak kinerja.

Wakil Rektor 1 Untag Surabaya - Harjo Seputro, ST., MT. hadir untuk memberikan pengarahan penyusunan sasaran mutu dan kontrak kinerja pada para pejabat struktural terutama dalam bidang mutu. “Dalam implementasinya, standar mutu akan dikendalikan oleh BPM (Badan Penjaminan Mutu),” sebut Harjo yang juga sebagai Dosen teknik mesin Untag Surabaya. Dari beberapa indikator yang ada dan dengan menetapkan indikator tambahan menjadi penciri Untag Surabaya, yakni nasionalisme dan patriotisme, “Kita juga menyiapkan mahasiswa untuk literasi digital karena jejak digital begitu tajam,” jelasnya.

Pada waktu yang bersamaan, Kepala Badan Penjaminan Mutu Untag Surabaya - Drs. Achmad Maqsudi M.Si., Ak., CA. langsung menyampaikan poin penting untuk meningkatkan manajemen mutu Untag Surabaya. 55 indikator capaian dengan 16 Standard Mercy of God. Maqsudi memaparkan, “Untag Surabaya menargetkan kenaikan peringkat nasional dan dunia mulai 2022 hingga 2025. Adapun target akreditasi institusi pada tahun 2025 adalah unggul.”

Pada kesempatan yang sama, Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. mengatakan, “Sasaran mutu tahun lalu hanya 24 indikator, tahun ini ada 55 indikator. Artinya sasaran mutu kita naik 100% lebih.” Dia melanjutkan, “Untag Surabaya harus besar, kuat biar tidak tergoyahkan. Seluruh proses pengembangan yang kita lakukan harus berkelanjutan dan ada kesinambungan.”

Prof. Nugroho mengajak seluruh pejabat struktural untuk bekerja bersama dan saling bersinergi. Sumber daya manusia, menurutnya menjadi aspek penting. Dia menegaskan, “Apalagi dalam menyongsong internasionalisasi, seluruh mutu layanan harus ditingkatkan.” Lebih lanjut, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menambahkan, “Parameter nasionalisme dan patriotisme harus dipertegas sebagai penciri kita.” (um/rz)



PDF WORD PPT TXT