Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Mengungkap Rahasia Dibalik Tulisan Tangan Melalui Ilmu Grafologi

Untag News - Grafologi atau yang bisa disebut Ilmu Tata Penulisan adalah analisis pola tulisan tangan yang dapat mengidentifikasi kondisi psikologis maupun karakter dari seseorang. Secara umum, grafologi dikategorikan sebagai Ilmu Semu atau Pseudosains. Ilmu semu mungkin terlihat ilmiah, tetapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji. Meski begitu, dibeberapa negara seperti di Australia menggunakan grafologi sebagai analisis forensik.

Pembahasan menarik tersebut diulas oleh Dr. IGAA Noviekayati, M.Si, Psikolog dalam Seminar Grafologi “Mengungkap Rahasia Dibalik Tulisan Tangan”, Jumat (26/4). Dalam seminar yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Untag Surabaya dan bertempat di Ruang Ing. Sukonjono, Graha Wiyata lantai 9 Untag Surabaya tersebut, Novi memaparkan dasar-dasar Ilmu Grafologi. “Yang bisa saya sharing adalah hal-hal yang dasar tentang Grafologi, karena untuk menjadi grafologis ada pelatihannya tersendiri,” terang Novi.

Sebelum memulai, ia menjelaskan terlebih dahulu beberapa catatan penting sebelum menilai sebuah tulisan. “Yang terpenting dalam grafologi adalah memperhatikan bagaimana tulisan itu dibuat, bukan konten tulisan,” terang Novi. Hal lain yang menjadi catatan penting adalah penggunaan bolpoin saat menulis, panjang tulisan sejumlah 100 kata dan berbentuk paragraf. Hal tersebut guna memudahkan grafolog dalam melakukan penilaian. Selain itu, dosen bidang Psikologi Klinis tersebut juga menyebutkan hal-hal yang dibutuhkan saat menjadi grafologis, yaitu penggaris, busur derajat dan kaca pembesar.

Novi melanjutkan, ada beberapa hal dasar dalam melakukan penilaian tulisan. Marjin tulisan dalam ilmu grafologi juga menunjukkan karakter kepribadian seseorang. Dalam hal ini dicermati lebar atau sempitnya marjin atas, bawah, kanan dan kiri. Novi menjelaskan, “Marjin kiri menunjukkan pengaruh masa lalu, kepribadian yang tertutup namun mampu berpikir dengan jelas. Sementara untuk marjin kanan berhubungan dengan cara pandang penulis terhadap masa depan.”

Kemiringan tulisan merupakan hal lain yang diamati. Pada dasarnya kemiringan terbagi atas beberapa bagian seperti ke kanan, kiri, dan tegak. Hal ini pun mempunyai arti tersendiri. “Kemiringan menunjukkan hubungan sosial dengan orang lain,” terang Novi. Begitupula ukuran tulisan. Orang dengan tulisan kecil memiliki konsentrasi yang bagus, fokus meraih impian namun pola pikirnya sempit. Orang dengan tulisan besar dikatakan tidak mudah bosan, pola pikirnya luas, namun butuh pengakuan orang lain.

Perhatikan juga garis dasar tulisan. Tulisan dengan garis dasar naik dianggap memiliki kepribadian yang optimis dan ceria. Garis dasar turun dinggap memiliki nyali yang ciut atau menunjukkan kelelahan. Sedangkan garis dasar bergelombang atau wavy menjadi indikasi kepribadian yang plin-plan dan tidak stabil.

Hal lain yang menjadi dasar analisis adalah tekanan (pressure) saat menulis. Ada orang-orang yang menulis dengan menekan kertas kuat-kuat, tetapi ada juga yang hanya membuat goresan halus. “Tekanan dapat membantu untuk mengetahui kesehatan mental dan fisik, libido, energi dan semangat hidup serta keseimbangan dan kemampuan beradaptasi. Namun, dalam hal ini budaya juga menjadi salah satu indikator kenapa seseorang menulis dengan tekanan yang kuat. Biasanya seseorang yang berasal dari suku Batak dan Madura memiliki pressure yang kuat dalam menulis,” terang Novi. (ua/aep)

 

Login dengan Username dan password Siakad Anda