Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Matangkan U-BIC, BKUI Gelar Workshop pada Dosen Pendamping

Selasa, (5/11) Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agustus (BKUI UNTAG) Surabaya mengadakan workshop kewirausahaan bertema ‘Pendampingan UMKM’. Bertempat di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lantai 1 workshop diikuti oleh Dosen pendamping UNTAG Surabaya Business Incubator (U-BIC). Wakil Rektor 3-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. hadir langsung untuk membuka workshop. “Melalui U-BIC, kegiatan kewirausahaan melibatkan mahasiswa. Karenanya melalui workshop kali ini diharapkan bisa menambah wawasan bapak ibu dosen pendamping agar bisa mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan,” kata Muaffaq.

Pada kesempatan yang sama Country Manager EQWIP HUBs-Mirza Kusuma mengatakan, “Kami sangat bahagia karena eksistensi U-BIC di UNTAG Surabaya bisa banyak berkontribusi bagi sivitas akademika khususnya mahasiswa. Semoga U-BIC bisa maju dan menghasilkan wisudawan di tahun 2020 yang menjadi pengusaha. Minimal ada 50 orang. Kami berharap U-BIC ini bisa memberi hal nyata tidak hanya wacana sehingga lebih banyak pengusaha muda yang lahir di UNTAG Surabaya.” Mirza berharap eksistensi U-BIC tetap konsisten dan kontinu memberikan kontribusi.

Presentasi berjudul ‘Pendamping UMKM: Prospek dan Masalahnya’ dipaparkan oleh Ruli Kusuma. Menurutnya, pendamping UMKM dibutuhkan lantaran pemerintah tidak mungkin mengelola 12 juta UMKM. Pendamping UMKM, kata pria yang bekerja di Dinas Koperasi ini, terdapat tiga jenis dan diatur dalam Pasal 15 UU no. 20 tahun 2008, “Ada Inkubator seperti yang diterapkan oleh UNTAG Surabaya. Kemudian ada pula Business Development Services dan Konsultan Keuangan Mitra Bank.” Karenanya Owner CV Kabiera Property ini mengusulkan, “Ketika menjadi pendamping UMKM, maka harus tangguh. Kita juga harus mampu berinovasi dan harus tahu arah setiap permasalahan UMKM.”

 Berbeda dengan Ruli, Dra. Sri Andayani, MM. yang juga tampil sebagai pemateri, justru hanya mendampingi Unit Mikro dan Kecil (UMK) yang menurutnya banyak mengalami masalah. “Salah satu yang saya dampingi adalah Batik Teyeng dari Benowo yang hingga saat ini menjadi mitra UNTAG Surabaya,” tuturnya. Lebih lanjut dijelaskan oleh Sri, “Permasalahan UMK sebenarnya beragam, akan tetapi hampir terjadi di semua fungsi bisnis. Meski demikian bukan hanya di pemasaran saja karena ada UMK yang memiliki pemasaran yang baik. Bisa saja permasalahan terjadi karena tidak memiliki teknologi untuk produksi, ini yang bisa kami bantu.” Karenanya menurut Sri setiap pendamping harus memprioritaskan pada masalah utamanya terlebih dahulu. (um/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda