Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

MAPSI Hadirkan Career and Business Coach

Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar Coaching Konselor. Bertempat di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lantai 1, peserta adalah Program Studi Magister Psikologi. Coaching dengan berbagai pendekatan menjadi upaya untuk membantu seseorang untuk mengatasi masalah ataupun mencapai tujuan. Adapun Coaching Konselor pada Senin malam, (21/10) ini sendiri dikemas dengan pendekatan point of you dalam melakukan intervensi.

Career and Business Coach-Nurhadi Irbath,  ST, CEC, LCCC hadir langsung sebagai narasumber. Nurhadi memaparkan ‘Efektivitas Penggunaan Media Visual Fotografi untuk Coaching’. Di awal pemaparannya dia menjelaskan, “Coaching menurut International Coaching Federation adalah hubungan kemitraan individu melalui proses kreatif yang ditujukan untuk memaksimalkan potensi personal dan professional dirinya. Artinya ada tujuan yang ingin dicapai. Ada pula pertanyaan yang menggali dan diringkas dengan bahasa singkat dalam menjabarkannya.”

Nurhadi mengatakan bahwa coaching harus berawal dari why, “Artinya ada tujuan, keinginan, harapan, gap, tantangan, hambatan dan emosi. Kedua ada how yakni dengan memberitahu ide, gagasan, pilihan dan kemungkinan. Lalu ditutup dengan rencana perubahan.” Pria yang merupakan Komisaris utama PT. Baracipta Esa Engineering ini mengatakan bahwa coach harus bisa mendampingi coachee untuk mencapai tujuan, “Saat ini coaching populer di industri dan perusahaan. Semakin level tinggi maka semakin intens coaching yang dilakukan, terangnya.

Menurut Nurhadi coaching dengan pendekatan point of you melalui media visual fotografi ini dirasa cocok bagi peserta. Pasalnya mayoritas dari mereka merupakan guru. “Media foto bukan lagi sekedar dokumentasi tetapi bisa menjadi media visual untuk komunikasi. Mayoritas anak muda memiliki instagram, karena mereka ingin mengkomunikasikan sesuatu melalui foto,” ujar Nurhadi. Peserta yang hadir dibagi menjadi berpasangan untuk melakukan simulasi coaching. “Be gentle, sampaikan apa adanya. Tetapi hasilnya harus dijadikan rahasia jangan sampai di-publish dan bahkan update status. Ini juga berlaku dalam coaching sesungguhnya,” tutup Nurhadi. (um/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda