Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Mahasiswa KKN Untag Surabaya Membuat Inovasi Keripik Dari Limbah Kulih Buah Kakao

Memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) desa Sambirejo berinisiatif untuk mengolah buah kakao menjadi keripik. Banyak orang yang suka cokelat, namun tidak semua mengetahui kalau kulit buah cokelat atau kakao bisa dimanfaatkan menjadi keripik. Terlebih masyarakat desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Dengan Sumber Daya Alam (SDA) terutama buah kakao yang melimpah, warga hanya menjual hasil panen secara langsung. Tidak ada hasil olahan khusus untuk mengolah produk tersebut guna menambah nilai jual tinggi. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN desa Sambirejo mencoba berkreasi dengan mengolah kulit buah kakao menjadi keripik.

“Kulit buah kakao yang ada biasanya dibuang atau hanya dijadikan pakan ternak, akhirnya divisi Kewirausahaan kelompok KKN desa Sambirejo melakukan inovasi pembuatan keripik,” terang Witri Sutri Yanti, anggota kelompok KKN desa Sambirejo. Mendapati hasil percobaan mereka memuaskan, kelompok mahasiswa KKN Reguler Untag Surabaya ini kemudian mengadakan pelatihan untuk warga desa. “Dari kami ingin melakukan pembekalan kepada warga Sambirejo mengenai pembuatan produk dengan mengadakan pelatihan,” jelasnya.

Bertempat di kantor Kelurahan Desa Sambirejo, pelatihan terlaksana pada Senin (29/7) pagi. Mohammad Ade Alfarisi, salah satu anggota divisi Kewirausahaan kelompok KKN desa Sambirejo menyampaikan terlebih dahulu manfaat buah dan kulit kakao. Ia kemudian melanjutkan dengan praktik pembuatan keripik kakao hingga pengemasan. Peserta kegiatan yang merupakan ibu-ibu PKK dan UMKM sekitar mengikuti acara dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari kedatangan peserta yang cukup banyak serta keaktifan peserta saat penyuluhan berlangsung.

Kepala Desa Sambirejo, Sungkono mengapresiasi pelatihan yang dibuat oleh mahasiswa KKN Untag Surabaya, “terima kasih telah memberikan pelatihan kepada masyarakat desa.” Sementara itu, Srirahayu, salah satu anggota PPK mengatakan, “rasa krupuknya enak, gurih tetapi proses pemotongan krupuk terlalu tebal.” Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN divisi Kewirausahaan Desa Sambirejo berharap mampu membantu perekonomian warga sekitar dengan potensi SDA yang ada. Selain itu juga diharapkan peningkatan softskill pelaku usaha UMKM Desa Sambirejo. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda