logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Mahasiswa KKN Pamerkan Wajah Baru UMKM Batik Sendangduwur

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (LPPM Untag) Surabaya melakukan Supervisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik pada Kamis, (21/7) pada beberapa lokasi. 31 mahasiswa Untag Surabaya mengikuti KKN Tematik di Desa Sendangduwur, Kabupaten Lamongan sejak 13 Juli lalu. Supervisi bertempat di Balai Desa Sendangduwur tersebut untuk evaluasi pelaksanaan KKN selama 12 hari. Mahasiswa peserta KKN Tematik memamerkan berbagai luaran program kerja dan turut ditampilkan UMKM Batik Desa Sendangduwur yang telah didampingi mahasiswa.

Supervisi KKN Tematik dipimpin oleh Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. Dalam sambutannya Prof. Nugroho menuturkan bahwa pelaksanaan KKN di desa tersebut merupakan implementasi dari MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan. “Ada permintaan dari Bupati untuk ikut serta membangun Lamongan. Salah satunya adalah mengirimkan mahasiswa untuk KKN Tematik,” tuturnya. Guru Besar Akuntansi ini berharap Untag Surabaya bisa membawa manfaat. “Tentu harapan kami bisa menghormati dan memajukan desa. Apalagi mahasiswa kami sudah datang dari Surabaya, mudah-mudah memberikan manfaat dan kesan positif,” katanya.

Di sambut baik oleh Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Paciran BPD KH Miftahussudur, S.Pd.I. berterima kasih kepada Untag Surabaya atas implementasi MoU melalui KKN Tematik. “Harapan kami mahasiswa memberikan atau mentransfer ilmu pada Desa Sendangduwur sehingga bisa memberikan kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat,” ucapnya. Menurutnya, mahasiswa tak hanya mengimplementasikan ilmu namun juga belajar dari masyarakat setempat. Pengalaman di lapangan bisa jadi bahan diskusi,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini Ketua KKN Tematik Desa Sendangduwur - Muhammad Fauzi memaparkan bahwa timnya berfokus pada penguatan organisasi dan pengembangan SDM. “Misalnya kami mengadakan pelatihan Bahasa Inggris untuk Kelompok Sadar Wisata Desa Sendangduwur. Kami juga melatih Tari Sorote Lintang agar anak muda cinta budaya,” paparnya. Pemberdayaan UMKM khususnya pada batik, lanjut Fauzi, turut digencarkan. “Kami melakukan pembaruan packaging pada UMKM Batik Desa Sendangduwur agar lebih menarik. Di samping itu juga ditambahkan barcode untuk deskripsi produk dan mempermudah penjualan,” imbuhnya.

Kepala Desa Sendangduwur - Barrur Rohim, S.Pd. mengapresiasi pengabdian mahasiswa KKN, selain mendampingi UMKM setempat juga memberikan terobosan baru. “Kehadiran mahasiswa membawa angin segar bagi Desa Sendangduwur. Apalagi selama KKN disini, mahasiswa lembur sampai malam semoga akan berbuah hasil yang sangat memuaskan (red: nilai bagus). Selain itu, mereka juga memberikan ide dari packaging sampai branding,” ujarnya.

Untag Surabaya tak hanya bertemu mitra namun juga bertemu keluarga baru. “Masyarakat turut mendampingi dan memotivasi mahasiswa selama menjalani program KKN disini, termasuk Bapak Ibu Lurah yang terus memberikan semangat,” sebut Ketua Panitia KKN Tematik Untag Surabaya Desa Sendangduwur - Aulia Ul Haque, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Saat ditemui di sela Supervisi KKN, Ketua Paguyuban UMKM Batik Desa Sendangduwur - Siti Enifah mengaku terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Untag Surabaya. “Alhamdulillah banyak kemajuan karena setelah kedatangan mereka kami dibantu untuk packing dengan model baru sehingga lebih menarik,” ungkapnya. Enifah berharap dapat turut meningkatkan pemasaran batik. “Harapannya UMKM bisa terus memasarkan lebih dari sebelumnya yang lokal. Setelah KKN kami harap bisa go internasional,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT