Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Magister Teknik Sipil Gelar Bimtek terkait Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pasca Pandemi

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai berdampak pada semua bidang, salah satunya yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Dampak yang paling terasa adalah pada kontrak yang bisa memunculkan masalah jika Pandemi COVID-19 telah berakhir. Hal tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis bertema ‘Penanganan dan Penyelesaian Masalah Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pasca Pandemi COVID-19’ yang digelar secara virtual oleh Magister Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada Sabtu, (3/10).

Rektor Untag Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA. hadir secara virtual untuk membuka bimbingan teknis. Dalam sambutannya dia mengatakan, “Kegiatan serupa bimbingan teknis sering dilakukan oleh Untag Surabaya. Bimtek ini bermanfaat apalagi berkaitan dengan masalah kontrak di masa setelah usainya pandemi COVID-19. Maka pihak-pihak terkait harus mengatur strategi untuk bersama mengatasi masalah tersebut.”

Prof. Dr.(TS) H. Watteno Oetomo, M.M., M.T., M.H. selaku Ketua Prodi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya sekaligus Ketua Penyelenggara menyebutkan bahwa peserta dalam bimbingan teknis tersebut merupakan kontraktor, konsultan dan perwakilan PTK. “Magister Teknik Sipil berupaya mengamalkan program pemerintah, sehingga dapat berperan serta di bidang PUPR, terlebih pasca pandemi COVID-19,” katanya. “Kami menyadari bahwa mahasiswa Magister Teknik Sipil yang kami terima merupakan profesi, jadi kami merasa perlu untuk ada kegiatan semacam ini,” tutur Prof. Watteno.

Bimbingan Teknis virtual tersebut didukung oleh Kementerian PUPR RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan kerjasama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, LPJK Indonesia dan Persatuan Insinyur Indonesia. Apresiasi juga datang langsung dari Wakil Gubernur Jawa Timur-Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc. “Bimbingan teknis seperti ini merupakan wadah yang luar biasa pentingnya untuk kita bisa membangun kesadaran di kalangan pemangku kepentingan. Bagaimana merancang sebuah system yang tetap memenuhi tata kelola tetapi adaptif dalam menghadapi situasi yang terus berubah setiap saat di dalam pandemi,” katanya.

Emil yang juga tampil sebagai keynote speaker memaparkan, “Kita tahu bersama bahwa pandemi ini adalah situasi yang tidak pernah dihadapi sebelumnya. Kita menyadari bahwa kerangka peraturan yang ada belum didesain untuk menjawab situasi yang perlu kekhususan seperti saat ini.” Menurutnya situasi pandemic melahirkan banyak kekhawatiran, “Apakah kemudian pengadana yang dilaksanakan saat itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Dan hari ini pun kita dihadapkan dengan ketidakpastian, dan hari ini apakah kita masih berpedoman pada yang sudah diterapkan beberapa bulan sebelumnya.” Di akhir pemaparannya, Emil menambahkan, “Kami dari Pemprov senantiasa menunggu rekomendasi, dari apa yang dirembug dan dibahas pada bimtek hari ini.”

Selain Emil, jajaran pembicara lainnya diisi oleh Patria Susantosa, S.Si., M.Si. (Direktur PPH Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), Dr. Ir. Putut Maryahudi, M.M., M.B.A., CCMs (Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kementrian PUPR), Dr. Ir. Untur Prihantono, S.H., M.H., M.T., IPU ( Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Wilayah Jatim), Dr. Betty Susanti , S.T., M.T. (Dosen Prodi Teknik Sipil Untag Surabaya) dan Dr. Budi Wijaksana, S.T., M.T. (Dosen Prodi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya). Adapun Ir. Pius X Rooswan Happomono, , S.T., M.T., IPM (Sekretaris Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Jatim) dan Dr. Hanie Teki Tjendani, S.T., M.T. (Dosen Prodi Magister Teknik Sipil Untag Surabaya) tampil sebagai moderator dalam bimbingan teknis. (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda