Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Magister Manajemen Gelar International Webinar dengan 3 Negara

Program studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untag Surabaya menyelenggarakan International Webinar, Rabu (17/6). Webinar bertajuk “Leading Change in an Uncertain World During and After COVID-19 Toward the High Performances Corporation” itu mengundang narasumber dari 3 negara berbeda: Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Ketiga pembicara tersebut adalah Siti Sarah Omar, Ph.D (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia), Noor Maya Salleh, Ph.D (Universiti Technology Brunei) dan Mohammad Sihab, Ph.D (Untag Surabaya).

“Kebanggaan bagi kami menggabungkan 3 negara dalam satu perhelatan berbentuk webinar,” ungkap Dr. Slamet Riyadi, MM., Dekan FEB Untag Surabaya. Ini merupakan kali pertama international webinar terselenggara. Melalui webinar ini diharapkan peserta mendapat sudut pandang baru dari masing-masing pembicara yang mewakili negara masing-masing terkait pandemi COVID-19. Kedepan Slamet berharap akan terjalin kerjasama antar universitas dan kembali diadakan kegiatan serupa.

Menjadi narasumber pertama, Siti Sarah Omar, Ph.D  menyebutkan adanya pandemi COVID-19 ini sangat berdampak di hampir seluruh belahan dunia. Keadaan ini erat kaitannya dengan teori VUCA. VUCA merupakan akronim dari Volatility (anomali), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kerumitan), dan Ambiguity (ambiguitas). VUCA pertama kali diperkenalkan oleh US Army War College yang lambat laun istilah ini digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bisnis. “Adanya fenomena VUCA ini kemudian melahirkan normal baru untuk kita,” paparnya.

Membahas lebih dalam terkait VUCA pada praktik Human Resources Management di sebuah perusahaan, Sarah menyebutkan sikap responsif pada perubahan sangat dibutuhkan. Dengan kebijakan pemerintah untuk WFH, sebagai seorang HR Manajer ia menyarankan untuk memberikan training kepada karyawan. Misalnya cara menggunakan platform teleconference karena terkadang banyak karyawan yang cukup kesulitan. Selain itu, sangat penting bagi seorang HR Manajer untuk tetap berhubungan baik dengan karyawan. Sarah menjelaskan, “adanya pandemi ini memang cukup memberikan dampak pada kesehatan mental, karenanya HR Manajemen mungkin bisa menyediakan employee support groups seperti konselor online. Focus on wellbeing.”

Meski secara kasat mata pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif pada sektor ekonomi, Noor Maya Salleh, Ph.D menyebutkan sisi positif  yang ada. “WFH membuat seseorang bisa memiliki banyak waktu untuk keluarga, beribadah maupun mengembangkan kemampuan baru,” katanya. Sedangkan pada sebuah perusahaan, pandemi membuat ide bisnis baru bermunculan serta mampu mendefinisikan kembali visi dari perusahaan. Ia juga menyarankan solusi bagi perusahaan untuk bisa bertahan pada kondisi pandemi. “Perusahaan bisa membina bantuan politik, maksudnya menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan lain untuk bersama menangani masalah,” sarannya. Ia kemudian mencontohkan kebijakan Maqashid Syariah yang dibuat oleh pemerintah Brunei yang dinilai cukup sukses menahan dampak pandemi.

Menjadi narasumber terakhir, Muhammad Sihab memaparkan 3 isu yang harus dihadapi sebuah perusahaan dengan normal baru. Isu pertama adalah pengelolaan pengaturan tempat kerja baru. Isu selanjutnya adalah menyiapkan dan mengembangkan skill baru dari manajer fungsional. “Karena sekarang WFH, biasanya dia mengatur karyawan secara langsung namun sekarang semua menggunakan virtual, olehnya kita butuh mengembangkan skill virtual baik karyawan maupun manajer. Juga butuh adanya timbal balik. Berbagai tahap dalam konteks performa manajemen,” urainya. Isu terakhir adalah mengelola transformasi budaya. Menurutnya ini adalah bagian yang esensial dari aplikasi bekerja dengan cara baru. (ua/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda