logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

LSP Untag Surabaya Gelar Uji Kompetensi secara Luring Terbatas

Di tengah persaingan dunia kerja yang kian dinamis, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sebagai Kampus Kompeten terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan. Sabtu, (2/10) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P-1 Untag Surabaya kembali menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi. Bertempat di Gedung D-G, seluruh proses menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Sebelum memasuki ruang assessment, seluruh peserta uji atau asesi maupun asesor wajib melakukan cek suhu badan serta cuci tangan bagi oleh tim Satgas Covid-19 Untag Surabaya.

112 peserta melakukan Uji Kompetensi di 19 ruangan yang berbeda. “Untuk mencegah penyebaran virus, jadi protokol kesehatan ini diterapkan. Jadi setiap ruangan juga dibatasi hanya berisi 6 orang, yaitu lima asesi dengan seorang asesor,” kata saat ditemui di sela pelaksanaan Uji Kompetensi, Direktur LSP P1 Untag Surabaya - Dr. Sumiati, MM. Tak hanya di dalam ruangan, mahasiswa prodi Teknik Mesin berkesempatan untuk mengikuti Uji Kompetensi secara praktis di Laboratorium Teknik Mesin untuk skema Pengoperasian Mesin NC/CNC.

Selain menjadi Direktur LSP P1, Sumiati juga aktif sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini menyebutkan, total mahasiswa peserta Uji Kompetensi sebanyak 597 peserta yang merupakan Wisudawan semester ganjil, “Dari jumlah peserta tersebut, kami membagi peserta ke dalam enam hari Uji Kompetensi dan dilaksanakan di hari Sabtu-Minggu karena ada mahasiswa pekerja.” Adapun enam hari pelaksanaan Uji Komptensi yakni pada 2-3 Oktober, 9-10 Oktober dan 16-17 Oktober.

Kini LSP P-1 Untag Surabaya telah memiliki 62 skema ini tengah bekerjasama dengan Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya untuk mempersiapkan tiga skema daring yakni Kewirausahaan, Teknik Informatika dan Psikologi, “(Ketiganya) bisa diikuti semua prodi. Misalnya Sastra Inggris mengambil skema rencanaan usaha karena ingin mendirikan kursus Bahasa atau membuat sworn translator.” Semua bidang bersaing di dunia kerja perlu sertifikat kompetensi, Sumiati berharap ketika lulusan melamar pekerjaan jadi punya added value dengan Sertifikat Uji Kompetensi. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT