Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

LPPM UNTAG Surabaya Bantu Desa Slahung Ponorogo Jadi Desa Tanggap Bencana

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNTAG Surabaya kerap mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun dosen, terbukti dari hasil penilaian kinerja Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti, LPPM UNTAG Surabaya menduduki peringkat ke-33 dengan klaster “sangat bagus”. Sabtu lalu (7/12), tim LPPM UNTAG Surabaya melakukan abdimas pada salah satu desa di Ponorogo, kegiatan abdimas Desa Slahung dalam tanggap bencana ini diketuai oleh Aris Heri Andriawan, ST., MT..

Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Ponorogo tengah waspada bencana longsor salah satunya di Desa Slahung Kecamatan Slahung Ponorogo. Tanah yang retak cukup berpotensi terjadi bencana tanah longsor apabila curah hujan makin tinggi. Sebelumnya, tim abdimas LPPM UNTAG Surabaya ini sudah melakukan pemetaan terhadap kondisi desa apabila terjadi bencana. Seperti pemetaan daerah terdampak, rumah terdampak, vegetasi terdampak, harta benda terdampak hingga jalur evakuasi. “Kami menyiapkan kesiapan hidup masyarakat di daerah rawan bencana,” terang Aris.

Pada salah satu rangkaian kegiatan abdimas yang mendapat danah hibah dari Ristekdikti itu, Aris menyebutkan dua program yang dilakukan: pemasangan rambu jalur evakuasi serta mitigasi dan edukasi hidup di daerah rawan bencana. “Untuk sosialisasi dibantu oleh 18 mahasiswa program Magister Psikologi Profesi UNTAG Surabaya yang didampingi langsung oleh kepala program studi Dr. IGAA Novie Ekayati,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, Aris juga menyebutkan bahwa pihaknya juga mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Pada pembukaan kegiatan abdimas yang bertempat di Balai Desa Slahung, Sukirman-Kepala Desa Slahung, mengucapkan banyak terima kasih pada UNTAG Surabaya karena telah berkenan membantu masyarakat Desa Slahung. Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan BPBD Ponorogo-Drs. Jumari, MSi. juga selaku Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan, “terima kasih banyak pada pihak UNTAG Surabaya yang sudah mau bekerjasama.” Kegiatan yang terlaksana, menjadi salah satu persiapan Desa Slahung agar lebih sigap serta mandiri dalam menghadapi bencana. Kabupaten Ponorogo memiliki 21 kecamatan dengan 9 kecamatan rawan bencana, oleh karena itu program Desa Tanggap Bencana (Destana) sedang digencarkan. “Nanti program ini akan tetap dilanjutkan nggeh pak Lurah juga dilengkapi program dari UNTAG ini secara bersama,” tukasnya. (ua/ze)

Login dengan Username dan password Siakad Anda