Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Lolos Tahap Nasional, Mahasiswi Teknik Mesin Raih Juara Kompetisi Fisika

Prestasi gemilang diraih oleh mahasiswi Prodi Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dialah  Amelia Firsty Adey Wijaya yang meraih posisi terbaik 1 dalam Kompetisi Sobat Bumi untuk kompetisi Sains bidang Fisika dan berhak melaju ke tahap nasional. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pertamina ini bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan bibit unggul bangsa Indonesia yang mampu menciptakan inovasi energi bagi keberlangsungan bumi.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, (26/11), Amelia mengatakan, “Senang banget pastinya, bahkan saya kira itu mimpi saking shocknya. Apalagi kan peserta yang mendaftar dari Jatim banyak sekali, bener-bener nggak disangka.” Mahasiswi yang duduk di semester 3 ini mengaku suka Fisika sejak di bangku SMA, “Cuma nggak pernah diseriusi sampai ke tahap perlombaan.” Dia melanjutkan, “Awalnya pesimis banget soalnya dulu ikut lomba ini belajarnya autodidak, cuma modal kuota buat YouTube dan download e-book dari Google sama belajar dari buku-buku yang isinya soal-pembahasan begitu.”

Dalam Kompetisi Sobat Bumi sendiri, dirinya butuh waktu 3 bulan untuk belajar. “Semenjak Agustus sih buat persiapan dan ngerjain soal-soalnya. Terserah belajar apa, bisa belajar pendalaman materi dulu, atau soal-jawab, atau juga coba-coba ngerjain soal yang tahun lalu,” tuturnya. Terkait tahapan lomba yang telah dilalui, Amelia memaparkan, “Tahap pertama itu pendaftaran online, lalu untuk tahap kedua saya ikut seleksi regional yang dilakukan serentak secara online pada 11 November kemarin.”

Mahasiswi dengan rambut lurus ini mengaku menghadapi banyak tantangan, “Selain sinyal yang kadang tidak stabil, lingkungan rumah saya juga termasuk agak bising. Jadi kemarin saya mengerjakan di tempat yang lebih sepi dan punya jaringan wifi lebih stabil.” Amelia menceritakan momen tak terlupakan dalam kompetisi, “Durasi mengerjakan soal itu 2 jam, tapi satu jam pertama perut saya mules dan mual. Ya akhirnya saya ke kamar mandi sambil bawa kertas yang isinya soal yang belum dijawab dan pulpen untuk corat-coret karena waktunya tetap berjalan. Jadi, sambil menyelam minum air.”

Adapun untuk kompetisi di tingkat nasional, Amelia menjelaskan, “Kalau yang sebelumnya bersaing dengan ribuan peserta dan soalnya pilihan ganda. Jika yang sekarang hanya bersaing dengan yang juara 1 tiap provinsi saja dengan soalnya berbentuk essay.” Dia melanjutkan, “Kemudian jika lolos lagi, akan mempresentasikan jawaban dari soal open-ended yang diunggah di awal Desember nanti.” Saat ditanya tentang peluang untuk kembali menang, Amelia mengatakan, “Hal yang terpenting menurut saya adalah proses. Saya telah berusaha sebaik mungkin, dan sedang berproses menjadi versi terbaik dari diri saya. Untuk masalah hasil yang didapat nanti, akan saya serahkan kepada yang di atas.”

Ke depan, mahasiswi yang mahir beragam Bahasa ini berencana untuk ikut serta dalam kompetisi lainnya, “Kompetisi Nasional MIPA untuk tahun 2021 misalnya. Saya masih merasa penasaran dan tertantang untuk bisa tembus ke tingkat nasional soalnya.” Dia berharap, prestasinya dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya, “Semoga bisa membuka peluang yang lebih luas lagi bagi para mahasiswa yang ingin berprestasi. Untuk mahasiswa lain semoga lebih giat untuk mencapai prsasi walau  harus mengorbankan waktu, tenaga, dan lain hal. Karena tiada perjuangan tanpa pengorbanan.” (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda