logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Lolos Seleksi Wira Desa, Himarsita Dampingi Kampung Kelengkeng

Universitas 17 Agutus 1945 (Untag) Surabaya meloloskan dua tim dalam seleksi Wira Desa, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Arsitektur (Himarsita). Program yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek RI ini hanya meloloskan 81 peserta di tingkat nasional dan berfokus pada kegiatan wirausaha guna mengembangkan potensi desa. Mewakili Kampus Merah Putih, Tim Himarsita dengan ketua Benny Triatmaja ini mendampingi Kampung Kelengkeng dengan 7 anggota, yakni: ?Ahmad Bayu Priyatna, Anisa Auliyya Sa’adah, Camelia Putri Agustin, Windy Fitria Kermatigo, Khilda Elzim Khosyati, Dika Arfita Nur Karim dan Yurie Salsabilla Annoralia.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu, (28/7) Benny selaku ketua tim mengatakan, “Kami ingin membantu mengembangkan Kampung Klengkeng yang merupakan potensi Desa Simoketawang dan mengembangkan UMKM di sana.” Dia menambahkan bahwa pemilihan Desa Simoketawang juga karena Wakil Kepala Desa Simoketawang merupakan alumni dari prodi Arsitektur Untag Surabaya, “Sehingga kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak kepada mahasiswa, dosen dan kampus dalam 8 Indikator Kerja Utama (IKU) tetapi juga berdampak kepada sinergi alumni.”

Di Desa Simoketawang, Tim Himarsita berfokus pada Kampung Kelengkeng yang merupakan kampung wisata dengan kelengkeng sebagai potensi utama yang dimiliki. “Sayangnya kampung yang dikelola BUMDES in tidak memiliki sub unit usaha. Jumlah kunjungan relatif sedikit,  hanya saat weekend, sehingga pemasukan relatif sedikit.” Menurut Benny, kondisi tersebut terjadi karena media promosi daring yang kurang maksimal dan minimnya keterlibatan masyarakat setempat. “Oleh karena itu kami program kami menyasar masyarakat dan pemerintah setempat. Sambutan sangat baik karena langsung didukung oleh kepala desa dan ketua BUMDES,” jelasnya.

Dalam program Wira Desa, Benny dan timnya menyasar pemanfaatan buah kelengkeng menjadi potensi UMKM masyarakat setempat, “Kami menawarkan inovasi sirup buah kelengkeng yang belum pernah ada. Adapun usaha kopi biji kelengkeng bertujuan untuk memanfaatkan limbah biji kelengkeng.” Mahasiswa kelahiran Surabaya ini menuturkan bahwa timnya juga mengusulkan cinderamata daun kelengkeng, “Selama ini hanya dibuang, dibakar atau dijadikan pupuk organik. Jadi kami mengusulkan untuk mengolah menjadi produk kerajinan tangan khas Kampung Kelengkeng.”

Terakhir, Tim Himarsita menginisiasi spot selfie bagi pengunjung. “Ada spot icon sculpture buah kelengkeng agar menjadi ciri khas Kampung Kelengkeng,” kata Benny. Tak ketinggalan, mereka juga menawarkan spot selfie limbah kelengkeng. Benny menjelaskan bahwa timnya akan merombak lokasi penanaman kelengkeng yang biasanya hanya ditanam di tanah atau di dalam bis beton, “kami ingin mendesain ulang tempat penanaman kelengkeng menggunakan material limbah dari ban bekas yang ditata dan dicat agar menambah daya tarik pengunjung sebagai tempat spot selfie.”

Di bawah bimbingan Febby Rahmatullah Masruchin, ST. MT.; tim yang beranggotakan 8 mahasiswa ini menghabiskan dua bulan persiapan mulai survey hingga penyusunan proposal. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar meski terkendala banyaknya penutupan akses, sehingga waktu tertunda,” tutur Benny. Berbekal lolos seleksi Wira Desa, program akan dilaksanakan Agustus hingga Desember mendatang pasca bimbingan teknis dengan Kemendikbudristek RI. Dia dan tim berharap berharap bisa menjalin silaturahmi dan bekerja sama dengan warga setempat selepas program tersebut. “Kami mengusahakan untuk menjadikan program wira desa ini menjadi program tahunan Himarsita,” tutup Benny. (um)

 



PDF WORD PPT TXT