Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Lolos KRI 2020, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Robot Pasien COVID-19

Pandemi COVID-19tidak menghalangi enam mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk berprestasi. Mereka adalah Muhammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik dan lima mahasiswa Fakultas Vokasi: Nugroho Dwi, Fuad Fuji Santoso, Astra Nico Prastyo, Dedi Wahyu Ashari dan Nazzun Fahmi Haryanto yang lolos ke babak final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Keenamnya tergabung dalam tim SIOLA dan menjadi satu dari 25 tim yang lolos dalam kategori Kontes Robot Tematik Indonesia.

Saat ditemui di Kantor Humas dan Protokoler Untag Surabaya, Senin, (23/11) Ketua Tim SIOLA, Muhammad Choyrul Anam mengaku senang bisa lolos hingga tingkat nasional, “Nggak menyangka juga bisa lolos. Walaupun belum menjadi pemenang, tapi bangga bisa lolos ke nasional.” Dia menjelaskan bahwa Kontes Robot Indonesia rutin digelar setiap tahunnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, karena ada pandemik Covid-19 kontes ini tetap dilakukan meski secara daring, “jadi semua tahapan penilaian, mulai seleksi sampai final kemarin, semuanya online.”

Covid-19, merupakan tema yang diusung pada tahun ini “kami ikut divisi tematik, yang baru diadakan tahun 2019 dan biasanya setiap tahun fungsi dan tema robotnya berbeda.” Covid-19, sebut Anam, menjadi tema yang diusung pada tahun ini, “Jadi setiap tahun memang mengangkat isu hangat yang terjadi di Indonesia. Karena tentang Covid-19, panitia memberi tugas agar robot yang dibuat bisa memindahkan pasien positif Covid-19dari satu ranjang ke ranjang lain tanpa adanya kontak fisik antara  pasien dan tenaga medis.” jelas pria yang akrab disapa Anam. Meski kontes ini secara daring, namun persiapan harus matang dan kreatif. Terhitung mulai memasukkan proposal pada bulan Agustus, dan diumumkannya pada bulan Agustus juga, tim ini segera dengan sigap merakit robot. “sejak bulan Agustus kami mendaftarkan proposal, diumumkan lolos pada 24 Agustus, kami mulai mempersiapkan dan merancang robot.”

Robot yang diberi nama SIOLA dikerjakan hanya dengan lima minggu, “Awal September sampai minggu pertama November itu kami mulai membuat robot.” Robot yang telah dibuat dapat beroperasi dengan 3 baterai berdaya 12 volt dan dapat dioperasikan secara nirkabel, stik wireless untuk mengontrol robot. “Robotnya sendiri kami rancang dengan tinggi 1.25 meter, lebar 65 cm dan panjang 85. Bisa menampung beban manusia maksimal 150 kg. Untuk daya sendiri, menggunakan baterai yang bisa dicas jadi tidak harus beli baterai terus,” jelasnya. Mahasiswa yang duduk di semester 5 ini sangat bangga dengan apa yang mereka hasilkan dan mereka juga tak patah semangat sampai disini, “Finalnya tanggal 20 November kemarin, ada tanya jawab dengan dewan juri. Ditanya seputar konsep desain robot, dimensi, cara kerja robot hingga kekurangan. Bangga, karena kami sudah berusaha sebaik mungkin. Kami ingin terus membanggakan almamater, dan berencana untuk ikut kompetisi robot lainnya lagi dan tahun depan ingin ikut KRI 2021.” (um/rz)

Login dengan Username dan password Siakad Anda