Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Ketergantungan Internet dari Perspektif Ilmu Kesehatan Jiwa

“Seseorang yang mengalami adiksi internet tidak akan bisa menjadi gamer profesional!” tegas dr. Zayn Budi Syulthoni didepan mahasiswa program sarjana Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya, Senin (14/10) lalu. Menurutnya, adiksi internet mengubah morfologi otak, membesarkan talamus dan mengecilkan kemampuan kognitif. Seseorang dengan kemampuan kognitif yang rendah akan mengalami kesulitan dengan ingatan, persepsi dan belajar.

Fenomena adiksi internet atau ketergantungan internet saat ini memang banyak bermunculan di kalangan masyarakat. Orang yang ketergantungan dengan internet tidak dapat mengendalikan dirinya sehingga menggunakan internet secara berlebihan dan bahkan susah berhenti. Dalam Psytalk bertajuk “Adiksi Internet dari Perspektif Ilmu Kesehatan Jiwa” ini, dr. Zayn menyebutkan kerusakan bagian otak pada orang yang bergantung dengan internet serupa dengan pecandu narkoba.

“Terjadi peningkatan di daerah otak yang memicu keinginan aktivitas untuk terus memakai internet. Ini mirip dengan mereka yang menggunakan napza,” papar dosen Fakultas Kedokteran spesialisasi ilmu Kejiwaan Universitas Airlangga itu. Sementara resiko untuk mengalami internet addiction baik laki-laki maupun perempuan adalah sama. “Tapi memang lebih banyak remaja,” sambungnya.

Ada banyak gejala atau ciri-ciri seseorang yang sudah mengalami kecanduan internet: perubahaan mood ketika berhenti, kebutuhan paket data meningkat, mulai berbohong, bermasalah dengan hubungan sekitar hingga merasa gelisah dan cemas. Dr. Kimbely Young, peneliti pertama adiksi internet juga mengusulkan instrument diagnosa kecanduan internet yang dikenal dengan Young of the Internet Addiction Questionnaire (YDQI) dengan 8 item pertanyaan. “Apabila menjawab ya sebanyak 5 dari 8 pertanyaan yang diajukan berarti dia sudah kecanduan internet,” terangnya.

Untuk menghindari adiksi internet, pengurangan intensitas penggunaan internet hingga detoks internet bisa menjadi solusi. Sementara untuk seseorang yang sudah mengalami kecanduan akut, dr. Zayn menyebutkan dalam penanganan ilmu psikiatri, pasien akan mendapat obat-obatan yang tak jauh berbeda dengan seseorang yang mengidap skizofrenia. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda