Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep Raih Gelar Doktor Ilmu Administrasi

Untag Surabaya Kembali menggelar Ujian Terbuka Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Semester Ganjil periode 2020/2021. Ujian yang bertempat di Gedung Graha Wiyata lantai 9 itu berlangsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Baik promovendus, tim penguji hingga tamu undangan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) face shield dan masker. Pada Ujian Terbuka kali ini, Jumat (2/10), mengantarkan Sugiono Eksantoso meraih gelar Doktor bidang Ilmu Administrasi. Di depan tim penguji, ia mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), studi pada SMAN 2 Sumenep, SMAN 1 Bluto dan SMKN 1 Sumenep”.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi salah satu program pemerintah untuk mencegah anak putus sekolah karena keterbatasan dana. Pertama kali dikeluarkan pada Juli 2005, program dana BOS sesuai dengan alinea keempat pembukaan UUD 1945 yang diterjemahkan ke dalam pasal 31 ayat (1) dan (2) yakni pemerintah berkewajiban menjamin hak-hak warga negara dalam mendapat layanan pendidikan dengan penyelenggaraan satu sistem pengajaran nasional.

Namun sayangnya, masih banyak lembaga pendidikan yang dinilai kurang efektif dalam mengelola dana BOS. Sugiono mencontohkan beberapa kasus misalnya, pengalokasian dana tidak didasarkan pada kebutuhan sekolah tetapi pada ketersediaan anggaran, pelaporan keuangan yang penuh manipulasi hingga pembelanjaan keuangan yang tidak tepat guna. Hal ini diperkuat dari hasil observasi bahwa sekolah masih kurang transparan dan akuntabel dalam memberikan data dan informasi BOS kepada semua pihak yang terkait. “Terlihat dari masih banyaknya orangtua siswa yang tidak mengetahui laporan penggunaan dana BOS,” papar Sugiono.

Pada disertasinya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Sumenep itu menggunakan teori Kebijakan Pendanaan Pendidikan dan Akuntabilitas. Ia menemukan tidak adanya akuntabilitas pada SMAN 2 Sumenep sementara pada SMKN 1 Sumenep dan SMAN 1 Bluto tercapai. Pencapaian nilai-nilai akuntabilitas dilihat berdasarkan dimensi akuntabilitas hukum dan aturan. Pada aspek kesesuaian dengan prinsip administrasi, yakni adanya keterlibatan komite dalam penyusunan RKAS, hanya SMAN 1 Bluto yang terlaksana. Sementara pencapaian nilai-nilai akuntabilitas dilihat berdasarkan dimensi akuntabilitas transparansi Laporan Pertanggungjawaban (Annual Report), ketiganya tidak terlaksana. Sugiono menjelaskan, “pencapaian nilai-nilai akuntabilitas dilihat berdasarkan dimensi akuntabilitas penyebarluasan informasi hampir keseluruhan aspek tidak terpenuhi di tiga sekolah.”

Berdasarkan temuannya, Sugiono menyarankan adanya evaluasi dan monitoring dari dinas baik Kabupaten maupun Provinsi agar dapat diketahui sejauh mana keberhasilan BOS di sekolah, baik hambatan hingga sejauh mana program BOS berjalan dengan berkesinambungan. Ia juga menekankan pentingnya dilakukan pelatihan dalam bentuk bimbingan teknis bagi SDM pengelola BOS agar dapat bekerja secara kolaboratif dan sesuai petunjuk teknis. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda