logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Kembangkan Swargaloka, Dispendukcapil Surabaya Gandeng Untag Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintahan maupun swasta. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya dalam pengembangan media konvergensi bernama Swargaloka. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU antara Rektor Untag Surabaya dengan pemerintah Kota Surabaya pada April lalu.

“Masing-masing prodi merealisasikan dengan program konkret berdasarkan MoU yang sudah disepakati,” kata Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya - AAI Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom. saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu, (17/7). Dia menambahkan, “Ilmu Komunikasi berperan merancang dan mewujudkan sebuah media. Jadi kami membantu Pemkot mendirikan media yang konvergen yang merupakan gabungan antara radio, televisi dan podcast yang basisnya media online.”

Swargaloka, sebut  dosen yang akrab disapa Vika ini, adalah media konvergen yang gagasannya diprakarsai oleh Kadispendukcapil Kota Surabaya, Ir. Agus Sonhaji MT., “Misinya adalah untuk mewujudkan masyarakat Kota Surabaya yang sadar administrasi kependudukan.” Vika menyebutkan bahwa dalam implementasi Swargaloka, Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya menyediakan tenaga ahli dan mahasiswa guna membantu perancangan dan pelaksanaan Swargaloka. “Awalnya diinisiasi berupa radio. (Namun) berkembang jadi media konvergen program yang bersifat audiovisual,” lanjutnya.

Senada dengan disiplin ilmu, Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya memberikan pelatihan dan pendampingan yang dimulai secara virtual pada Sabtu, (17/7). Vika mengatakan, “Di tahap Pra Produksi lebih bersifat penyamaan persepsi apa itu media konvergen.” Pertemuan virtual tersebut dilanjutkan dengan simulasi perancangn media tanpa persiapan. “Walau tampak smooth, tanpa persiapan itu ada hal yang hilang. Yang mendasar arah programming ditujukan ke mana,” tutur Vika. Wawasan menajemen media dan produksi menjadi fokus pelatihan dan pendampingan yang dilakukan.

Lebih lanjut Vika menuturkan bahwa pendampingan akan terus berlanjut hingga Swargaloka diluncurkan pada November mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan. “Infrastruktur disiapkan penuh oleh Dispendukcapil berupa penyiapan studio komputer dan software editing. Adapun untuk man power, pelatihan hingga pendampingan disiapkan oleh prodi,” jelasnya. Dia menambahkan, “Dalam memetakan kebutuhan ini termasuk untuk kepentingan pemetaan audiens, kami memanfaatkan skema diberikan oleh universitas berupa Skema Hibah Perguruan Tinggi (yang disediakan LPPM Untag Surabaya).”

Melalui implementasi kerja sama tersebut Vika berharap pihaknya bisa menerapkan Ilmu Komunikasi secara konkret di tataran komunikasi publik yang dilaksanakan pemerintah, “Berkaitan dengan situasi hari ini, misalnya distribusi vaksin, itu terkait data kependudukan. Bantuan lebih rapi dengan data.” Kehadiran Swargaloka diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Surabaya dalam pembaharuan data pribadi. “Dispendukcapil perlu mendekati masyarakat dengan layanan yang accessible. Semoga kehadiran prodi Ilmu Komunikasi bisa menjembatani lag tersebut, sehingga kebutuhan pemerintah dan masyarakat bisa termediasi melalui keberadaan Swargaloka,” tutup aktivis Sadar Autisme ini. (um)

 



PDF WORD PPT TXT