logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Kegagalan Sebelumnya Bisa Jadi Pelajaran, Prestasi Ju-Jitsu Harumkan Untag Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali meraih prestasi gemilang dengan memenangkan medali dalam Open Turnamen Ju-Jitsu Piala Bupati Mojokerto se-Jawa Timur. Kompetisi ini diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Mojokerto bekerja sama dengan Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur, berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Maret 2024, di Gedung Serbaguna Surya Kencana, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Turnamen ini menarik partisipasi sebanyak 300 peserta yang digolongkan menjadi tiga kelompok usia mulai dari usia dini 8-15 tahun, junior 16-21 tahun, dan senior yang berusia 21 tahun ke atas.

Mahasiswa Teknik Mesin Untag Surabaya – Sofyan Nur Yaqin berhasil raih Juara 2 dalam kategori Newaza Putra. Dia mengaku tantangan terbesar yang dirasakannya adalah fisik yang telah terkuras sebelumnya akibat pekerjaan. "Tantangan besar bagi saya sebenarnya adalah fisik, karena sebelumnya saya juga bekerja, jadi fisik saya sudah berbeda dengan pemain lainnya. Namun, pada kesempatan ini, saya memanfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.

Selain itu, Mahasiswi semester enam program studi Ilmu Komunikasi – Awalul Uzwatun Khasanah yang menjadi Juara 1 dalam kategori Newaza Putri, mengaku sangat bangga dan bahagia atas prestasi yang diraihnya.  "Senang sekali, bagi saya ini adalah turnamen yang besar dan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk saya,” tuturnya.

Awalul juga membagikan cerita bagaimana perjuangannya dalam menghadapi rasa cemas, dan memotivasi diri sendiri. “Sebelum mengikuti turnamen ini, saya pernah mengikuti pertandingan namun gagal. Namun, saya yakinkan pada diri sendiri bahwa setiap kegagalan pasti ada pembelajaran yang membuat kita kuat. Dan akhirnya, saya terapkan dan membuahkan hasil dengan pemenang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Awalul memberikan pesan kepada mahasiswa Untag Surabaya khususnya para perempuan untuk tidak mudah menyerah. "Tidak ada hambatan untuk Perempuan sekalipun mengikuti turnamen. Dulu saya pernah kalah hingga delapan kali, tapi tetap latihan berkali-kali. Jadi, jangan cepat menyerah, medali pasti bisa kita raih,” semangatnya. (wf/rz)



PDF WORD PPT TXT
Butuh bantuan?