logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya

An Empowering & Networking University

Detail Berita

Kartini Untag Surabaya Bahas Kiprah Perempuan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi masa yang berat sekaligus membawa banyak peluang bagi para perempuan. Hal tersebut dibahas dalam webinar bertema ‘Kiprah Perempuan di Masa Pandemi’. Pusat Studi Gender dan Anak Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Webinar pada Jumat, (30/4). Dr. Ayun Maduwinarti, MP. selaku Ketua Pusat Studi Gender dan Anak Untag Surabaya berharap dalam masa pandemi ini kita semua bisa memanfaatkan peluang dalam berkarya, “semoga kita bisa mewujudkan cita-cita Kartini. Kita menyikapi masa pandemi tidak hanya sebagai ancaman, tapi juga peluang untuk berkarya dan berprestasi. Sebagai perempuan, kita bisa mendedikasikan diri sesuai kompetensi kita.”

Tampil sebagai moderator, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya-Irmashanti Danadharta, S.Hub.Int., MA.. Webinar menghadirkan empat pemateri, tampil sebagai pemateri pertama Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya-AAI Prihandari Satvikadewi, M.Med.Kom. mengangkat temaPerempuan Terdidik, Perempuan Mendidik. Literasi gender menguat seiring berlangsungnya masa pandemi, karena saat WFH menggunakan instrumen digital untuk berkomunikasi. “Kita tidak mungkin kembali ke masa sebelum pandemi, kita harus melangkah ke depan. Perempuan marilah kita perbanyak waktu kita untuk mempelajari literasi media agak membantu wanita dengan kekuatan jauh di bawah kita.”

Pemateri berikutnya, Dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya Dra. Dwi Sarwindah Sukiatni, MS banyak membahas kiprah perempuan dari sisi psikologis. “Kita sebagai perempuan dan ibu rumah tangga merupakan kunci pertahanan keluarga di masa pandemi. Ibu mengajarkan anak, mengayomi dan mendidik berbagai hal,” sebutnya. Sarwindah menuturkan, “Di masa pandemic perempuan harus menjalin relasi intens dengan anak, mengajak kreatif dalam melakukan suatu hal.” Di akhir pemaparannya dia menyebutkan bahwa perempuan berpotensi stres karena multi peran selama masa pandemi dan perlu membagi peran dengan suami, “Bagaimana kita berbagi peran antara ibu dan ayah, kerjasama yang baik antar dengn peran, sehingga urusan kedekatan anak, ayah dan ibu lebih baik lagi.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya-Ir. Antiek Sugiharti, M.Si. tampil sebagai pemateri. Menurutnya pandemi membawa permasalahan luar biasa bagi pihaknya karena aktivitas yang dilakukan kepada masyarakat secara langsung jadi terkendala. “(Pandemi) menyerang semua sektor, jadi banyak permsalahan. Data 2020 ada 116 permasalahan, 2021 baru di bulan Maret sudah ada 64 kasus,” papar Antiek. Dia menuturkan, pihaknya banyak merangkul masyarakat, “Kami memfasilitasi masyarakat, seperti mengoptimalkan usaha mereka. Upaya kesehatan keluarga misalnya menyalurkan minuman kesehatan dan makanan bergizi. Kita harus menguatkan institusi keluarga, membangun keluarga sejahtera.”

Materi ketahanan pangan dilakukan  Dosen Fakultas Vokasi Untag Surabaya Ir. Rini Rahayu Sihmawati, MP., MM. kemaparkan terkait ketahanan pangan. Dia menerangkan, “Pandemi menimbulkan dampak negatif di berbagai aspek kehidupan masyaraakt termasuk pada ketahanan pangan. Pembatasan mobilitas menjadikan keterbatasan pasokan pangan ke berbagai daerah.” Hal tersebut, kata Rini, berdampak pada krisis pangan yang menjadikan harga pangan naik/inflasi. Padahal UU No. 18 Tahun 2012 menegaskan bahwa ketahanan pangan cerminan kemandirian suatu bangsa dan tidak terlepas dari peran perempuan di mana peran domestik dan publik perempuan penting dalam ketahanan pangan. “Pengetahun tentang bahan pangan sehat dan memenuhi kebutuhan gizi, mengelola secara benar, penting dimiliki oleh setiap perempuan Indonesia. Bisa juga menggunakan media untuk menambah ketahanan pangan di keluarga, misalnya menanam di pekarangan atau lahan sempit,” tutup Rini. (um/rz).



PDF WORD PPT TXT