Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Jaka Purnama Resmi Menyandang Gelar Doktor Ilmu Lingkungan

Dosen Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya-Dr. Jaka Purnama ST., MT. secara resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Brawijaya. Disertasi berjudul ‘Model Penguatan Rantai Pasok Berkelanjutan pada Usaha Kecil dan Menengah Furniture’ diuji dalam Ujian Terbuka pada Selasa, (22/10). Selama empat setengah tahun menempuh studi Doktor, Jaka mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Industri kayu mempunyai peluang bisnis untuk dikembangkan mengingat hutan Indonesia yang luas menyediakan sumberdaya kayu. Meski demikian, seringkali mengalami keterbatasan, karena pengelolaan yang tidak tepat,” papar Jaka yang melakukan penelitian terhadap Usaha Kecil dan Menengah Furniture di Kabupaten Pasuruan sebagai sentral industri mebel. Menurutnya selama ini industri furniture hanya mendorong keuntungan produksi tanpa memikirkan lingkungan, “Saya baru sadar bahwa lingkungan perlu dijaga untuk keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.”

Pria kelahiran Magetan ini mengatakan bahwa penelitiannya menjadi penting karena adanya kesenjangan antara pasokan dan permintaan produk furniture, “Kayu sebagai bahan baku berasal dari hutan, penebangan perlu sering dilakukan, tetapi di lain sisi keseimbangan ekosistem terganggu, sehingga diperlukan kebijakan strategi yang tepat dalam pengelolaan kayu hutan dan keberadaan UKM furniture.” Menjawab latar belakang ini, Jaka mengusulkan penelitian model penguatan rantai pasok berkelanjutan menggunakan pendekatan fuzzy goal programmming, sistem dinamik dan ISM untuk menentukan kebijakan strategi pengembangan model.

Jaka mengaku dalam penelitiannya menghadapi tantangan. Pasalnya dalam mengumpulkan data, dirinya harus mengamati dan melihat banyak data yang saling terkait, apalagi belum pernah terlibat dalam industri furniture. “Mebel berasal dari kayu yang diambil dari hutan, ditangani oleh Perhutani. Kemudian diolah di industri yang dinaungi Dinas Perindustrian. Karena hasilnya menjadi barang dagang maka diawasi oleh Disperindag. Jadi melibatkan banyak pihak untuk mengambil data,” tuturnya.

Di akhir pemaparannya, Jaka menjelaskan bahwa hasil rancangan berdasarkan metode sistem dinamik pada model sistem rantai pasok berkelanjutan yang diterapkan pada UKM furniture dapat memberikan manfaat dalam aspek ekonomis, sosial dan lingkungan. “Saya berharap dengan adanya penelitian yang saya lakukan dapat memberikan saran kepada UKM furniture agar semakin peduli lingkungan di sekitar industri dan mendorong keuntungan produksi tanpa merusak lingkungan,” tutupnya. (um/zee)

Login dengan Username dan password Siakad Anda