logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Implementasi Program MSIB Kampus Merdeka, Untag Surabaya Ajak Mahasiswa Berkontribusi Untuk Surabaya

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek telah meluncurkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, implementasinya dijalankan melalui delapan program yang salah satunya adalah Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). 37 mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah lolos dalam program MSIB Dispendukcapil Kota Surabaya semester genap 2021/2022 turut berperan serta dalam membangun Kota Surabaya melalui program MSIB di Dispendukcapil Kota Surabaya.

Salah satu program yang dicanangkan dalam Kampus Merdeka ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi terbaik, kompetensi terkini, dan kompetensi terdepan bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia masa depan. Hal ini juga sekaligus menjadi jawaban akan tantangan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2, yakni mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus.

Kaprodi Administrasi Negara – Anggraeny Puspaningtyas, S.AP., M.AP. menyebutkan untuk bisa lolos dalam menjalankan program MSIB harus melalui tahap seleksi, yakni beberapa kriteria serta berkomitmen. “Kriteria mahasiswa yang mendaftar minimal semester 4 dan IPK 3.00. Ada tahap wawancara juga yang berkaitan dengan tujuan, kemampuan, minat bakat dan komitmen mereka untuk mengikuti dari awal hingga akhir,” papar dosen yang akrab disapa Anggra ini.

Teknis pelaksanaannya, mahasiswa tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan di Surabaya. Magang yang berjalan selama tiga bulan ini melibatkan mahasiswa semester 8, sedangkan mahasiswa semester 4 dan 6 dilakukan selama empat bulan. Untuk hasil akhir dari program magang ini dapat dikonversikan dengan mata kuliah yang berbeda-beda. “Nanti hasil akhir dari magang ini akan dikonversikan 10-20 SKS pada mata kuliah yang berbeda-beda, yakni; Analisis Data Kualitatif dan Kuantitatif, Analisis Kebijakan Publik, Manajemen Pengembangan Wilayah Desa, Kebijakan Otonomi Daerah dan Desa, Reformasi Birokrasi, serta Analisis Dampak Lingkungan,” jelasnya. Anggra juga menyebutkan capaian pembelajaran dari program magang ini adalah mahasiswa dapat mengaplikasikan pengalaman belajarnya di lapangan secara langsung. “Kalau di Dispendukcapil kan bersinggungan langsung dengan masyarakat, capaiannya mereka bisa mengambil keputusan dan analisis kebijakannya,” lanjutnya.

Salah satunya, Kelurahan Pucang Sewu Surabaya menjadi saksi mahasiswa Administrasi Negara - Al Vionica Delfrisia Hamdhita, Revita Pirena Putri, Diovan Ady Prastyana Deva dan Egita Erdi Febryanti dalam melayani publik. Saat diwawancarai, Vionica mengaku dilibatkan dalam pelayanan masyarakat. “Kami terlibat dalam program Kawasan Lingkungan Masyarakat Sadar Adminduk (KALIMASADA) yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya dengan melakukan pendataan masyarakat yang belum memiliki e-KTP, Akta Kelahiran, KIA, KK Barcode dan belum tercatat status kawin,” terangnya. Di samping itu, jika di lapangan terjadi permasalahan terkait administrasi kependudukan, mahasiswa magang juga diberi kepercayaan untuk mengarahkan dan memberikan solusi. “Misalnya pada saat sosialisasi dan edukasi mengenai persyaratan apa yang diperlukan untuk mengurus admindukm, kami memberi informasi bahwa masyarakat juga dapat mengurus adminduk melalui Klampid atau melalui pelayanan di Balai RW masing-masing,” jelas Vionica.

Respon positif yang diberikan Kelurahan Pucang Sewu kepada Vionica dan tim membuat semakin bersemangat memberikan kontribusi lebih. “Mereka berterima kasih dan memberikan apresiasi, menurutnya peran kami sangat membantu dalam pengoptimalan pelayanan adminduk. Tentunya kami juga senang mendapat pengalaman dan ilmu yang luar biasa,” tutupnya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT