Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Identifikasi dan Intervensi Siswa ABK dari Kacamata Psikologi Pendidikan

Senin, (22/4) Bertempat di Gedung Graha Wiyata lt. 9, Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan kuliah umum bertema “Identifikasi dan Intervensi terhadap Siswa Anak Berkebutuhan Khusus”. Turut hadir Dekan Fakultas Psikologi-Dr. Suroso, MS., Psikolog untuk membuka kuliah umum tersebut. Peserta yang hadir merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi mulai dari tingkat Sarjana, Magister Psikologi dan Magister Psikologi Profesi. Dalam sambutannya dia mengatakan, “Kami bersyukur hari ini bisa mendatangkan pakar Psikologi Pendidikan. Beliau akan memperkenalkan identifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan intervensi pada mereka.” Dia berharap masyarakat semakin terbuka pada ABK, begitu pula mahasiswa perlu mendapat informasi dan gambaran bagaimana menanggapi permasalahan ABK. Psikologi pendidikan merupakan bagian dari ilmu psikologi yang mempelajari perilaku orang dalam lingkup pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Indun Lestari Setyono, M.Psi., Psikolog. Menurutnya lingkup pendidikan terkait dengan fungsi psikologi yang mengulas perubahan perilaku yaitu psikologi belajar. Terkait dengan kecemasan orangtua saat meninggalkan ABK, Indun menegaskan, “Ibu harus tegas. Sekali dua kali anak menangis itu hal biasa. Nanti dia akan terbiasa. Artinya ada perubahan perilaku yang menetap di mana ada standar perilaku yang akan dicapai dari suatu aktivitas.” Indun mengatakan stimulus yang tidak tepat bisa menjadi alasan. Dalam suatu kasus, Ibu yang cerewet bisa saja mempengaruhi kecerdasan dan motivasi belajar anak, “Agar anak menjadi pintar dan tidak malas Ibu jangan cerewet. Biarkan anak memiliki motivas alamiah.” Menurut Indun, perilaku berubah sangat bergantung pada bentuk stimulus dan metoda pemberiannya. Selain itu bergantung juga pada situasi interaksi timbal balik antara pemberi dan penerima stimulus. Sehingga bentuk stimulus yang sama, akan tetapi dengan metoda pemberian yang berbeda akan menimbulkan situasi interaksi yang berbeda pula. Lebih lanjut Ketua Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia ini menerangkan bahwa keberhasilan solusi bergantung pada problem solving. Tujuan pendidikan dapat dicapai melalui tahapan perubahan perilaku tertentu sampai tercapai standar perilaku yang akan dicapai. “Misalnya untuk bisa membaca, siswa harus bisa mengucap,” kata Indun. Hal ini mengingat dalam psikologi belajar, perubahan perilaku yang menetap bisa terjadi dengan adanya latihan atau pengalaman perilaku yang sama. “Jadi untuk mengajari ABK jangan langsung diberikan jawaban, tapi berilah clue atau petunjuknya. Keterampilan juga penting dalam hal ini, salah satunya dengan diberikan mainan puzzle,” tutup Indun. (um/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda