Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

HIMASI Hadirkan Sastrawan Faisal Oddang

Sabtu (29/6), Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas 17 Agustus 1945 (HIMASI FIB UNTAG) Surabaya hadirkan Sastrawan Faisal Oddang dalam English Competitions dan Seminar kesastraan. Pada kesempatan tersebut Faisal membagikan kisah tentang novel terbarunya yang bertajuk “Raymond Carver Terkubur Mi Instan di Lowa”. Senada dengan judul, novel tersebut ditulis ketika mengikuti Internasional Writing Program 2018 di lowa City, Amerika Serikat. Novel ini merupakan karya yang terinspirasi dari kisah hidup cerpenis Amerika, Raymond Carver dari tragedi pembunuhan tak jauh dari tempat tinggal Faisal selama di lowa City di mana Raymond Carver pernah tinggal di kota yang sama.

“Saya kira, cerpen-cerpen pertama berbahasa Inggris yang saya baca adalah karya Carver,” tutur sastrawan kelahiran Wajo, 18 September 1994 ini. Meski tidak pernah bertemu, Carver membuatnya banyak belajar. Faisal memaparkan, “Awalnya, dia (Carver) datang ke Iowa sebagai murid di kelas menulis puisi. Kemudian ia terus bereksperimen sehingga menemukan bentuk yang membuatnya nyaman untuk bereksplorasi. Saya rasa ini baik untuk diteladani.” Lebih lanjut dia menerangkan, Carver, memiliki posisi tersendiri dalam proses kreatifnya. “Sebelum ini, saya telah membaca karya-karyanya dan saya menyukainya, salah satunya yang berjudul Cathedral”, ungkapnya.

Tak ketinggalan, Faisal Oddang menjadikan mi instan yang tak terlepas dari sosok Carver. Menurut Faisal kemiskinan dan mi instan, dalam hal ini, lanjutnya, saling berkaitan. “Mi instan saya masukkan karena berhubungan dengan kondisi Carver saat ia miskin. Mi instan menjadi hal yang membangun cerita di dalamnya,” paparnya. Dia menuturkan bahwa novel tersebut merupakan biografi fiktif meminjam kisah hidup Carver serta membaca karyanya, biografi, dan wawancara tentangnya. Ia juga datang dan memotret beberapa tempat yang pernah didatangi Carver agar membangun cerita novelnya. “Saya berusaha mengatakan secara tidak langsung setiap tempat yang kita datangi memberi dampak kepada apa yang kita tulis. Saya tinggal beberapa waktu di Iowa. Tempat yang saya tinggali berpengaruh terhadap apa yang saya pikirkan dan kemudian lahir sebagai gagasan tulisan,” tutup Faisal. (um/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda