Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

HIMAMETA Hadirkan Ahli Material dari Selandia Baru

Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin (HIMAMETA) Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar Kuliah Umum bertema ‘The Development of Manufacturing and 3D Printing’. Kuliah umum bertempat di Ruang Seminar Utama Gedung Q lantai 2 ini merupakan rangkaian Dies Natalis HIMAMETA yang ke-33 tahun. Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik-Ir. Gatot Priyo Utomo, M.Sc. hadir untuk membuka kuliah. “Menghadiri seminar menjadi penting bagi mahasiswa. Terkait material, hari ini kami mendatangkan ahlinya. Beberapa kajian harus diikuti agar anda bisa bersaing. Diharapkan ada perkuliahan lainnya sehingga Teknik Mesin bisa berkibar,” katanya.

Kuliah tamu pada Jumat, (8/11) ini dimoderatori oleh dosen Teknik Mesin-Eka Marliana, ST., M.Sc. Tampil sebagai narasumber Associate Professor Timotius Pasang, Ph.D. yang terbang jauh dari Selandia Baru. Dia memaparkan materi berjudul ‘Titanium: Aerospace and Biomedical Applications and 3D Printing’. Dijelaskan oleh Timotius, “Total ada lebih dari 40.000 material di dunia yang bisa digunakan. Akan tetapi ada 4 material utama, salah satunya Titanium yang juga banyak jenisnya. Memilih material pasti diperhitungkan sifatnya juga kekuatan dan ketahanannya seperti apa. Ketersediaan material bisa jadi masalah. Harga juga menjadi pertimbangan.”

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, “Kenapa titanium bisa populer digunakan? Karena berat jenisnya lebih rendah dari baja. Titanium memang lebih berat dari alumunium, tetapi lebih ringan dari baja. Material ini juga mempunyai temperatur leleh yang cukup tinggi. Artinya bisa digunakan di temperatur tinggi.” Menurut Timotius, titanium mempunyai kekuatan yang sangat tinggi. “Kalau titanium dibiarkan di luar akan tetap seperti keadaan semula. Berbeda dengan baja yang jika terkena sedikit air bisa mudah berkarat,” katanya.

Head of Mechanical Engineering Department Auckland University of Technology ini pun menuturkan, bahwa titanium cocok untuk digunakan di tubuh manusia. “Fungsi biocompatibilty pada titanium bisa untuk implan dalam dunia medis. Orang yang kecelakaan kan butuh implan, sekarang penggunaan implan titanium sedang tren. Misalnya untuk implan gigi atau tulang yang patah. Selain itu titanium bisa dipakai untuk aksesoris seperti cincin pernikahan,” paparnya. Timotius yang kelahiran Toraja berpesan, “Dulu saya lahir dan besar di hutan, berbeda dengan adik-adik. Pesan saya, kalian punya kampus yang bagus harus dimanfaatkan untuk belajar dengan baik.” (um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda