Hadirkan Profesor dari India, FTEIC Untag Surabaya Gelar Kuliah Tamu Internasional Bahas Fondasi AI

Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional bertajuk “The Mathematical and Computational Foundations of Artificial Intelligence, Machine Learning, and Deep Learning” pada Senin, 3 November 2025, di Ruang Auditorium Gedung R. Ing Soekonjono lantai enam. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa FTEIC dari berbagai semester yang antusias untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Dalam sambutannya, Dekan FTEIC, Ir. Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas. “Kami telah banyak menjalin kerja sama lintas negara, baik dalam penelitian maupun pengabdian. Kami juga membuka peluang bagi Jawaharlal Nehru University apabila berkenan berkolaborasi riset bersama kami. Acara ini penting diadakan untuk menambah wawasan global mahasiswa dan meningkatkan kualitas akademik,” ujarnya.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Sapna Ratan Shah, Ph.D., dari Jawaharlal Nehru University (JNU), India, sebagai pembicara utama. Prof. Sapna merupakan pakar yang telah berpengalaman dalam berbagai riset internasional.

Dalam pemaparannya, Prof. Sapna menegaskan pentingnya memahami dasar-dasar Artificial Intelligence secara menyeluruh. “Machine Learning (ML) dan Deep Learning (DL) sangat penting untuk dipelajari karena keduanya menjadi fondasi utama dari seluruh teknologi AI. Dengan memahami dasar ini, mahasiswa FTEIC dapat membangun model AI yang lebih akurat dan efisien,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Sapna juga menjelaskan secara sederhana konsep Deep Learning yang kerap menjadi topik utama dalam pengembangan teknologi modern. “Deep Learning adalah bagian dari Machine Learning yang meniru cara kerja otak manusia. DL membutuhkan data dalam jumlah besar untuk belajar secara mendalam melalui banyak lapisan jaringan, itulah sebabnya disebut deep,” terangnya.

Selain menjelaskan teori, Prof. Sapna juga menekankan pentingnya penerapan AI yang berorientasi pada kemanusiaan. “Mahasiswa FTEIC harus mampu mengaplikasikan AI yang bermanfaat bagi umat manusia setelah memahami fondasi ini, misalnya dalam bidang kesehatan untuk disease diagnosis, bidang pendidikan untuk plagiarism detection, bidang keuangan untuk fraud detection, transportasi, hingga lingkungan seperti pollution prediction,” ungkapnya.

Sesi kuliah tamu berlangsung secara interaktif. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan, terutama seputar topik penelitian dan tugas akhir yang berkaitan dengan pengembangan model kecerdasan buatan. Menanggapi antusiasme peserta, Prof. Sapna pun memberikan kesan positif terhadap kegiatan tersebut. “Saya merasa senang mengikuti acara ini, bertemu banyak orang yang sangat ramah, dan saya kagum dengan mahasiswa FTEIC yang sangat interaktif,” tuturnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga memperkuat posisi FTEIC Untag Surabaya sebagai fakultas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Melalui kegiatan akademik berskala internasional tersebut, FTEIC berupaya menyiapkan generasi muda yang berwawasan global. (ra