logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Gelar Seminar, Prodi Ilmu Komunikasi Bahas Disrupsi

Seiring perkembangan zaman, kehidupan masyarakat menjadi semakin dinamis. Dalam menghadapi era disrupsi, peranan Ilmu Komunikasi menjadi penting. Hal ini dibahas dalam Seminar Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (FISIP Untag) Surabaya bertema ‘Masa Depan Ilmu Komunikasi dalam Era Disrupsi’ pada Senin, (3/10). Bertempat di Theater room Gedung Kantor Pusat Yayasan dan Rektorat lantai 6, peserta merupakan mahasiswa lintas angkatan.

Seminar ini mengahadirkan Dosen Universitas Satya Negara Indonesia - Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom. untuk menjadi pemateri. Dia menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 membawa perubahan termasuk dalam bidang pendidikan. “Saya bersama tim melakukan kajian media dan komunikasi untuk membahas dinamika pendidikan selama pandemi dalam skala nasional, regional hingga internasional,” sebutnya. Menurutnya, teknologi menjadi tantangan. “Tidak banyak instansi pendidikan yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Dengan demikian platform pendidikan digital menjadi solusi untuk ini,” jelasnya.

Alumni Ilmu Komunikasi Untag Surabaya ini menyebutkan bahwa selama masa pandemi Covid-19 penayangan media mengalami pertumbuhan. “Sayangnya berdasarkan penelitian intertekstualitas yang kami lakukan, ada berita dan media massa yang memiliki kepentingan personal untuk kinerja pemimpin politik di Indonesia,” sebutnya. Rustono pun menyoroti perkembangan positif pada media komunikasi. “Platform Marbel (Mari Belajar) misalnya. Terlihat sederhana namun impactful karena menumbuhkan tanggung jawab sosial pada anak untuk protokol kesehatan agar melindungi sesama,” tambahnya.

Rustono menekankan pentingnya adaptasi pada Lulusan maupun Praktisi Ilmu Komunikasi. “Selain beradaptasi, penting untuk memaknai pentingnya kontingensi dalam komunikasi. Ahli Komunikasi bisa berkontribusi pada penguatan komunikasi sebagai energi pengembangan sistem dan struktur masyarakat yang dinamis,” terangnya. Inovasi, lanjut Rustono, perlu dilakukan untuk memberi solusi pada kebijakan komunikasi. “Alumni Komunikasi harus bisa mengembangkan media komunikasi dengan perspektif kritis untuk mendorong perubahan sosial, lalu inovatif untuk merancang dan memberi solusi pada kebijakan komunikasi,” imbuhnya.

Senada dengan tema Seminar, Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Untag Surabaya - Dr. Teguh Priyo Sadono, M.Si. mengatakan bahwa peranan Ilmu Komunikasi sangat dibutuhkan. “Makin banyak tantangan yang harus dihadapi pada Revolusi Industri 4.0. Disrupsi menghantui kehidupan, sehingga Ilmu Komunikasi harus mampu menghadapi realita ini,” katanya saat memberi sambutan. Teguh berharap peserta dapat belajar banyak dari Seminar. “Banyak hoax terjadi dan harus kita cermati. Tema hari ini relevan untuk kita pelajari lebih jauh dan dalam tentang situasi komunikasi ke depan,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT