logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Gelar CAT di Masa Pandemi, PLP Batasi Jumlah Peserta

Rabu, (30/6) Assesment Center Pusat Layanan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (PLP Untag) Surabaya mengadakan Asesmen Computer Assisted Test (CAT) Calon Perangkat Desa dari Kecamatan Bakalan dan Bawangan, Kabupaten Jombang. Dalam pelaksanaan asesmen ini PLP Untag Surabaya dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai penyelenggara. Asesmen yang diikuti oleh 20 peserta calon perangkat desa ini bertempat di Computer Center Gedung Graha Widya lantai 1.

“CAT ini adalah implementasi kerja sama Pemkab Jombang dengan PLP Untag Surabaya karena ada Peraturan Gubernur (Jawa Timur) yang mewajibkan seleksi perangkat desa dengan CAT,” kata Kepala PLP Untag Surabaya - Dr. Andik Matulessy, M.Si. saat diwawancarai di Kantor Fakultas Psikologi Psikologi. Dia menambahkan, “Untuk mengikuti CAT, peserta mengikuti seleksi administrasi. Skor CAT ini sendiri berpengaruh sebesar 70%, kemudian 30% wawancara dengan kepala desa.”

Lebih lanjut Andik menyebutkan, “Soal dalam CAT ini mencakup pengetahuan kenegaraan, pengetahuan umum dan potensi akademik. Jadi tesnya agak lama, bisa dua sampai tiga jam dan berbasis computer.” Sebelum pelaksanaan CAT, tambah Andik, pihaknya terlebih dahulu mengirimkan draf soal pada Pemkab Jombang, “Jika disetujui, maka kami masukkan di sistem CAT. Jadi hasilnya tidak bisa diintervensi karena setelah peserta mengisi seluruh soal hasilnya langsung keluar. Tidak bisa diintervensi karena sistem.”

Andik bersyukur implementasi kerja sama tersebut terus berlanjut, “Respon Pemkab Jombah sih puas. Ini sudah kali ke-6 kami adakan CAT.” Dia melanjutkan, “Walaupun ada beberapa yang dianggap baik namun ternyata secara potensi tidak bagus. Kami memberikan deskripsi hasil potensi peserta. Keputusan kami serahkan sepenuhnya kepada kepala desa karena akan jadi anak buahnya.” Menurutnya, CAT penting untuk mengukur potensi peserta, “Pengetahuan umum penting sebelum orang terjun lapangan, karena mereka bekerja bukan belajar. Jadi memang harus siap untuk bekerja.”

Meski terkendala dengan pembatasan di masa pandemi COVID-19, CAT dapat terlaksana dengan baik. “Sekarang kami membatasi jumlah peserta. Pengantar pun maksimal dua sampai tiga orang per desa. Mereka harus membawa surat sehat puskesmas.” Protokol kesehatan dan physical distancing juga diterapkan dengan ketat. Andik berharap, Untag Surabaya dapat terus membantu pemerintah dalam menjaring tenaga kerja berkualitas, “Jadi the right man in the right place. Harapan kami tidak hanya di Jombang tapi juga di daerah lain karena ada peraturan bahwa perangkat desa harus uji kompetensi.” (um)

 



PDF WORD PPT TXT