logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Gandeng Kominfo, Bekali Mahasiswa KKN dengan Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI menggandeng Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021. Kerjasama direalisasikan melalui webinar dengan tema ‘Stop Cyberbullying’ digelar pada Sabtu, (11/9). Tak kurang dari 2 ribu peserta hadir secara virtual pada webinar yang menggunakan platform Zoom Meetings dan Youtube ini. Webinar yang dibuka oleh Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. ini juga merupakan bagian dari Pembekalan Kuliah Kerja Nyata bagi mahasiswa Untag Surabaya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Nugroho juga memaparkan materi bertajuk ‘Etika Digital’. Dia berpesan pada seluruh peserta, “Generasi penerus harus punya etika yang baik terutama dalam dunia digital. Apalagi mahasiswa ketika lulus dan mendaftar di perusahaan dilihat dulu jejak digitalnya, beretka atau tidak, bisa bekerja sama atau tidak.” Prof. Nugroho menegaskan pentingnya etika dalam dunia digital, “Mahasiswa harus bijak,  harus punya etika dalam berdigital karena dampaknya beretika dalam penggunaan digital adalah anda sendiri dan lembaga. Jaga nama baik Kampus Merah Putih yang telah mendidik tentang karakter.”

Dalam sambutannya, Prof. Nugroho mengapresiasi Kemkominfo RRI yang menaruh perhatian pada literasi digital dengan 4 pilar mendasar yakni: etika digital, budaya digital, keterampilan digital dan keamanan digital, “Tidak dipungkiri bahwa dunia internet semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, radikalisme bahkan praktek penipuan.” Dia menambahkan, “Oleh karenanya dibutuhkan kecakapan literasi digital agar kita bisa bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi informasi informasi dan media digital untuk berinteraksi dengan sekitar.”

Dosen Fakultas Psikologi Untag Surabaya - Bawinda Lestari M.Psi., CPS., Cht. tampil sebagai narasumber pertama dengan materi ‘Perilaku Berbudaya guna Mencegah Bullying’. Dia menyoroti anggapan bahwa netizen Indonesia dinilai paling tidak berbudaya bagi masyarakat dunia, “Kita sedih tapi itu semua kesalahan beberapa oknum saja. Itulah, dalam bertindak kita tidak mengatasnamakan pribadi tetapi juga Indonesia sebagai negara kita.” Adapun materi ‘Produktif dengan Aman di Lautan Bebas’ dibawakan oleh Pradipta Nugrahanto. “Pembersihan perangkat digital sudah harus mulai dari sekarang karena ini bentuk kepedulian kita terhadap perangkat,” katanya.

Tak ketinggalan, Rezha Amran juga tampil sebagai pemateri yang membandingkan manusia dengan burung, “Burung sedang bercuit-cuit tapi merdu, dan kita manusia senangnya bercuit-cuit di sosmed tetapi kecenderungan negatif pada cyberbullying.” Bukan hanya positif, menurutnya kreativitas juga dibutuhkan dalam media sosial. Webinar ditutup oleh pemaparan Insan Akbar yang setuju bila literasi digital penting bagi generasi muda agar tidak tersesat. “Yang lebih penting dalam literasi digital adalah pemakaian bahasa. Karakter kita dinilai hanya dari bahasa kita di media sosial. Meski tidak kenal secara langsung, kita bisa nilai orang dari apa yang di-share dan bahasanya di media sosial. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT