Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Gandeng DDTC, FH UNTAG Surabaya Bahas Era Baru Perpajakan

Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggandeng Danny Darusalam Tax Center (DDTC) dalam Seminar “Era Baru Kepatuhan Pajak”, Kamis (17/10). Bertempat di Gedung Graha Wiyata lantai 9, pemateri yang hadir merupakan pakar dibidangnya, yakni Sriadi Setyanto, SE., MA (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Krembangan Surabaya), Darussalam, SE. AK., CA., M.SI., LL.M INT. TAX (akademisi) dan Cand. Dr. Doni Budiono, ST., SE. AKA., SH., MSA., CA (Candidat Doktor Ilmu Hukum UNTAG Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor UNTAG Surabaya-Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA., berharap euforia akademik seperti ini selalu muncul di lingkungan sivitas akademika UNTAG Surabaya. Menurutnya, kegiatan seminar kali ini menjadi salah satu upaya UNTAG Surabaya untuk menjamin mutu lulusan. “Saya bangga dengan adanya acara seperti ini sebagai upaya untuk menjamin mutu lulusan agar semakin berkompetensi,” ujarnya. Mengomentari tema seminar, Rektor menyebut bahwa pajak merupakan pendapatan negara untuk pembangunan. Oleh karenanya, penting kiranya mahasiswa mengetahui perkembangan era baru perpajakan.

Menjadi perwakilan DDTC, Danny Septriadi menyebutkan seminar kali ini menjadi kesempatan yang bagus untuk saling sharing bagi peserta dan narasumber. “Sebetulnya belajar pajak butuh pengetahuan multidisiplin ilmu. Jadi tidak hanya belajar pajak murni, karena memang ada kaitannya dengan policy dan admin pajak,” tuturnya dalam sambutan. Dilanjutkan olehnya, sengketa yang paling yang besar saat ini bukanlah perdata atau pidana, melainkan sengketa pajak. “Dalam diskusi ini harapannya kita bisa tahu bagaimana trend yang ada di negara lain dan seharusnya bisa diimplementasikan di Indonesia untuk mencapai penerimaan pajak maksimal dengan sengketa minimum,” harapnya.

Memasuki sesi seminar, Sriadi Setyanto, SE., MA tampil menjadi keynote speaker mewakili Direktur Perpajakan Internasional di Direktorat Jenderal Pajak yang berhalangan hadir. “Saat ini, bukan membayar pajak yang sulit, melainkan jujur membayar pajak,” tuturnya. Apabila membahas sengketa, lanjut Sriadi, semua berawal dari sistem yang dianut, yaitu self assesment. Proses akan berjalan dengan baik apabila kedua belah pihak memiliki pengetahuan yang sama terkait perpajakan. “Namun kita juga tahu saat ini belajar pajak tidak mudah. Pajak menjadi bahasa yang makin rumit,” sambungnya.

Oleh karenanya, dengan adanya institusi pendidikan yang menyelenggarakan seminar perpajakan atau bahkan memiliki fakultas perpajakan, Sriadi menuturkan bahwa hal tersebut sangat membantu perpajakan itu sendiri. Sriadi mengatakan, “kami sangat berterimakasih kepada UNTAG yang telah bekerjasama dengan DDTC untuk mendalami masalah perpajakan itu sendiri. Kami berharap dimasa depan banyak generasi muda yang lebih tau pajak sehingga lebih sadar pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.” Karena menurutnya, masalah pajak bukan hanya masalah jujur bayar pajak, tetapi masalah kelangsungan hidup bernegara. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda