Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Fakultas Vokasi Bagikan Peluang Kerja Magang ke Jepang

Jumat, (3/5) Diklat Workshop Manufaktur Fakultas Vokasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengadakan Seminar bertema Peluang Kerja Magang ke Jepang bagi Lulusan SMK. Bertempat di Meeting Room Gedung Q lantai 2, seminar diikuti oleh guru dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surabaya dan sekitarnya. J. Subekti, SH., MM. - Bendahara Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menyambut baik seminar ini. Sambutan baik juga datang dari Rektor UNTAG Surabaya - Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. Dalam sambutannya dia mengatakan bahwa Fakultas Vokasi dan SMK memang dibutuhkan. Dia menyayangkan banyaknya anggapan negatif tentang Fakultas Vokasi. “Sayangnya di indonesia masih ada anggapan untuk apa kuliah 3 tahun padahal S1 bisa 3,5 tahun. Karenanya oleh Dirjen Kelembagaan Ristekdikti, Vokasi nanti akan dibuat 4 kali terminal. Kalau mau kerja diberi sertifikat,” kata Mulyanto. Dia bangga karena sudah banyak alumni Fakultas Vokasi yang telah bekerja di Jepang dan sukses.

Berdasarkan penelitian JawaPos, SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar. Hal ini disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Vokasi (Vocation Development of Career) - Dr. Lilih Dwi Priyanto, M.MT. menurutnya hal ini menjadi tantangan bagi para guru SMK untuk mengejar dunia kerja dan aktif menyemangati siswanya. Apalagi Pendidikan Vokasi menyiapkan warga negara yang produktif dan menyiapkan SDM untuk bekerja, begitu pun SMK menghasilkan lulusan siap pakai. “Kita harus bersinergi. Apalagi teknologi dan dunia kerja terus berkembang. Kita harus berubah, semua berkembang memanfaatkan peluang. Penampilan juga penting sebagai pendukung,” terang Lilih. Dia mengajak para guru untuk membangun jejaring yang luas. Pertunjukkan peranmu. Mau dijadikan apa siswamu.

Tak ketinggalan, Danny Eko Sugiarto, ST. - Direktur PT Japan Indonesian Economic Center membagikan informasi tentang cara meraih peluang kerja di Jepang. Dia menerangkan, “Semua perusahaan memberlakukan pemagangan salah satunya ke luar negeri. Magang tentu berbeda dengan TKI karena TKI tidak ada ujian, tidak mendapatkan sertifikat dan waktu tidak ditentukan sedangkan semua hal itu berlaku dalam pemagangan perusahaan.” Terkait peluang kerja di Jepang, dia menuturkan Jepang membuka skema magang karena demografi terjadi penurunan jumlah penduduk yang berdampak pada penurunan angka pekerja. “Pemerintah jepang bingung agar rakyatnya bisa bekerja sehingga sektor industri dan dunia kerja berjalan. Mereka mendorong industri untuk membuka cabang di luar negeri. Di Indonesia sudah banyak anak perusahaan Jepang. Lulusan SMK yang menguasai bahasa Jepang dan mempunyai skill pasti tidak akan ditolak,” tutupnya. (um/aep)

Login dengan Username dan password Siakad Anda