logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Dukung Riset Nasional, Fajar Raih Hibah World Class Professor

Kabar membanggakan datang langsung dari Dosen Prodi Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Setelah mengikuti serangkaian seleksi, Dr. Fajar Astuti H, S.Kom., M.Kom. menjadi satu dari 74 dosen di tingkat nasional yang lolos program hibah World Class Profesor (WCP) tahun 2022. Program tersebut digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).

Fajar menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam WCP berdasar rekomendasi Badan Pengembangan SDM Untag Surabaya. “Dianggap eligible jika h-index Scopus minimal 2. Setelah itu menyusun proposal program WCP ini untuk mendaftar secara mandiri di website mereka,” tuturnya. Menurut Fajar, kelolosan dirinya berbekal kesesuaian topik riset dan profesor yang dituju. “Untuk menghadirkan WCP, harus ada persetujuan. Track record penelitian dan WCP pun sesuai. Apalagi topik penelitian saya mendukung rencana riset nasional yaitu kemandirian kesehatan,” jelasnya.

Fajar berfokus pada penelitian pneunomia. “Saya melanjutkan penelitian saat menjadi Tim Pakar Artificial Intelligence Task Force Covid-19 BPPT. Dengan hasil penelitian ini, saya mendukung rumah sakit untuk tanpa impor fasilitas,” sebutnya. Tidak hanya pneunomia, pada proposal penelitian WCP yang diajukan, Fajar melampirkan dua topik paru-paru secara umum. “Ciri pneunomia ada opacity seperti kabut, bisa dideteksi. Pada topik pertama, CT Scan mendeteksi slice untuk mengetahui berapa luasan kabut, pada posisi mana serta tingkat keparahan. Sedangkan pada topik kedua, mendeteksi semua slice secara utuh,” paparnya.

Pada program WCP, Fajar menggandeng Guru Besar Institut Teknologi Bandung - Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono. “Kami akan melakukan publikasi jurnal Scopus bersama dan beliau akan ikut menulis sebagai co author. Beliau juga akan hadir di Untag Surabaya selama delapan hari yaitu 19-26 September mendatang,” terangnya. Fajar menambahkan bahwa Prof. Bambang akan melakukan tiga kegiatan selama menjadi visiting professor. “Pada proposal WCP, saya mengajukan bahwa beliau akan mengisi guest lecture, workshop penulisan artikel ilmiah dan doctoral bootcamp,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fajar pun akan berkunjung ke Institut Teknologi Bandung pada bulan November mendatang. “Saya akan memperdalam penelitian bersama di home base Prof. Bambang, yaitu Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Disana akan melakukan diskusi kelompok riset,” ujarnya. Fajar pun akan melakukan kegiatan lainnya selama menjalankan program WCP di ITB. “Saya juga akan menjadi asisten mengajar di bidang deep learning, jadi akan stay di ITB selama dua menunggu,” imbuh Kepala Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Untag Surabaya ini.

Fajar mengaku bersyukur bisa lolos dalam program tersebut. “Ada ratusan dosen di Indonesia yang mendaftar, lalu disaring menjadi 82 peserta seleksi wawancara dan 74 dinyatakan lolos. Kami kemudian menerima pendampingan untuk penyusunan RAB sebelum WCP hadir ke kampus masing-masing,” ungkapnya. Fajar berharap dapat membawa dampak positif bagi dirinya maupun lembaga. “Semoga bisa meningkatkan h-index saya pribadi dan berpengaruh pada institusi. Ini menjadi awal, semoga meningkatkan kemampuan SDM kita untuk bersaing dan berkolaborasi, sehingga bisa unggul di mata dunia,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT