logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Dua Mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya Buat Inovasi Air Mancur

Air mancur banyak digunakan untuk memperindah suatu tempat, seperti taman kota, gedung perkantoran hingga tempat wisata. Sayangnya, pancaran air mancur yang banyak digunakan di taman-taman umumnya tidak bervariasi. Melihat ini, dua mahasiswa Untag Surabaya, Ade Nur Aziz dan Nazaretha Yoseph Aryo Pinto membuat kreasi air mancur. Kedua mahasiswa program studi Teknik Elektro ini membuat air mancur dengan LED RGB sumber energi yang berasal dari panel surya.

Berbeda dengan air mancur pada umumnya, air mancur yang sudah terpasang di halaman utama Untag Surabaya ini memiliki pola semburan yang bervariasi. Selain itu, terdapat beberapa lampu yang mengikuti pola semburan air mancur. “Pada air mancur biasanya tidak banyak variasi semburan air, cuma nyala mati biasa. Sementara air mancur ini kami atur polanya, yang katub air bisa bergantian dan senada dengan lampunya,” papar Aziz. Dipilihnya panel surya sebagai pembangkit listrik, selain ramah lingkungan panel surya ini juga melengkapi untuk kebutuhan energi yang efektif dari menyerap matahari menjadi tenaga listrik untuk menyalakan lampu LED RGB yang terpasang di air mancur, “Selain menerapkan ilmu Energi Baru Terbarukan yang saya terima di prodi, penggunaan panel surya ini juga mendukung eco campus Untag Surabaya dalam menggunakan energi ramah lingkungan” terang Yoseph.

Pengerjaan kreativitas yang terdapat dua mata kuliah berbeda ini dilakukan selama dua pekan. “Kami mengerjakan di malam hari karena siangnya masih bekerja. Selama pengerjaan juga tidak ada kendala yang berarti,” terang Aziz yang juga bekerja di DKRTH Surabaya itu. Untuk pengoperasian mesin, dilakukan manajemen waktu yang benar agar mengurangi resiko panas mesin dan supaya bisa bertahan lebih lama. Terdapat lima variasi semburan air mancur dengan berbagai pola yang tidak selalu sama dan berubah setiap saatnya. Variasi ini, jelas Aziz, berasal dari sistem Arduino yang digunakan. Pada rancang bangun air mancurnya, Aziz menggunakan Arduino Mega. Arduino merupakan kontrol yang berfungsi mengatur semburan air mancur sehingga air yang ke luar bukan hanya semburan yang kontinyu. “Dengan cara Arduino yang telah diprogram mengirim perintah ke pompa air untuk menyemprotkan air sesuai ketinggian dan variasi yang telah ditentukan dan LED RGB menyala sesuai program yang telah dibuat,” jelasnya. Adapun tahapan lainnya dilakukan dengan menggunakan beberapa perangkat termasuk Arduino, Selenoid Valve dan Motor AC.

Adanya inovasi ini mendapat apresiasi dari Kepala Program Studi Teknik Elektro, Puji Slamet, ST., MT. Menurutnya, hasil inovasi yang telah dibuat merupakan implementasi nyata dari beberapa mata kuliah Teknik Elektro, diantaranya Sistem Tenaga Listrik, Instalasi Pencahayaan dan Energi Baru Terbarukan. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami. Air mancur ini berbeda dengan air mancur biasanya yang hanya menggunakan timer, ini menggunakan Arduino yang bisa disetting. Ini juga merupakan hasil implementasi ilmu yang didapat mahasiswa yang secara nyata bisa dilihat,” ungkapnya. Puji berharap makin banyak mahasiswa yang mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi kedepannya. (ua/rz)



PDF WORD PPT TXT