logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

DSI Untag Surabaya Jalin Kerjasama dengan PLTI selenggarakan Tes TOEP dan TPDA

Warga Surabaya dan sekitarnya tak perlu lagi repot apabila membutuhkan tempat Test of English Proficiency (TOEP) dan Tes Potensi Dasar Akademi (TPDA). Sejak bulan Juni lalu, Direktorat Sistem Informasi (DSI) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya telah resmi bekerjasama dengan Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI). Sementara pelaksanaan uji sudah terlaksana selama satu kali pada Sabtu dan Minggu (18-19/9) lalu.

PLTI merupakan lembaga resmi berskala nasional yang dikelola oleh Perkumpulan Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia atau The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Hasil tes dari PLTI diakui secara resmi hingga bisa dipakai untuk pemberkasan Sertifikat Dosen (Serdos) maupun beasiswa. Hal ini karena PLTI merupakan pelaksana tes resmi yang ditunjuk oleh DIKTI.

Jalinan Kerjasama ini sudah diajukan sebelum pandemi, namun bukan suatu halangan untuk tetap bekerjasama, pada bulan Juni lalu (9/6) telah dilakukan visitasi kelayakan tes kompetensi oleh IT PLTI-Abdillah Wicaksana Basri, S.A. Dengan tujuan memudahkan tempat tes di Surabaya, Supangat mengharapkan para peserta untuk bisa memilih Untag Surabaya sebagai tempat tes TOEP dan TPDA. “Kami mau memberikan kemudahan, karena menurut pengalaman saya tempat uji kompetensi di Surabaya cukup terbatas, jadi siapapun yang membutuhkan tes bisa ke Untag Surabaya,” kata Supangat, M.Kom., ITIL., COBIT., selaku penanggung jawab Computer Center dan PLTI Untag Surabaya saat diwawancara, Kamis (23/9). Agar bisa melakukan tes di Untag Surabaya, calon peserta hanya perlu memilih Untag Surabaya sebagai lokasi tes. Terhitung kurang lebih 50 orang dari berbagai daerah di sekitar Surabaya mengikuti pelaksanaan tes TOEP dan TPDA di Untag Surabaya pekan lalu.

Dua laboratorium yang digunakan dengan jumlah peserta terbagi dalam dua jadwal yang berbeda. Hal ini mempertimbangkan penerapan protokol kesehatan dimana ruangan hanya boleh diisi 50% dari kapasitas yang ada. Selain itu, pada saat pelaksanaan, peserta juga harus menerapkan protocol kesehatan seperti mencuci tangan terlebih dahulu, mengukur suhu badan dan menjaga jarak aman. “Alhamdulilllah kemarin pelaksanaannya berjalan dengan lancar,” tutur Dosen prodi Teknik Informatika itu. Lebih lanjut, setelah mengikuti tes, peserta bisa langsung mengetahui dan mendapatkan hasil tes masing-masing. “Jadi semua realtime,” papar Supangat. “Untuk jadwal tes selanjutnya kami menunggu jadwal dari PLTI. Untuk SDM maupun laboratorium selalu ready,” ucapnya. (ua/rz)



PDF WORD PPT TXT