logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Dosen Untag Surabaya Diundang sebagai Pembicara Konferensi Internasional

Kehadiran kawasan kumuh menjadi perhatian PBB dan organisasi internasional. Hal ini dibahas dalam OACPS-EC-UN-Habitat International Tripartite Conference 2021 pada Selasa, (6/7). Di tahun keempat pelaksanaannya, konferensi mengusung tema ‘Slum Upgrading and Prevention in the Decade of Action’. Dosen Prodi Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya - Dr. Ir. Hj. RA. Retno Hastijanti, MT., IPU berkesempatan tampil sebagai pemateri dalam diskusi panel bertajuk ‘Scaling Experiences around the World: Taking Stock from 20 Years of Slum Upgrading in the Decade of Action’.

Di awal pemaparannya, dosen yang akrab disapa Hasti ini mengenalkan Kota Surabaya pada audiens internasional, “Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia.” Menurutnya pertumbuhan urbanisasi yang kian pesat menjadikan Pemerintah Kota Surabaya menyadari bahwa kampung perlu dilestarikan, “Geliat budaya, norma dan ciri khas asli Kota Surabaya ada di dalamnya (kampung).” Dia menambahkan, “Meski demikian, kebanyakan (kampung) masih minim akses terhadap pelayanan dan infrastruktur, sehingga masih ada kemiskinan.”

Hasti menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya menginisiasi Kampung Improvement Program (KIP) guna meningkatkan kebijakan di perkampungan sebagai daerah kumuh dan vernakular. “Tujuannya adalah untuk menyediakan infrastruktur dan pelayanan dasar melalui rumah murah. Dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi local, program yang diinisiasi Bu Risma ini sukses meningkatkan kepercayaan masyarakat,” terangnya. Dia melanjutkan, “Selama 20 tahun implementasi KIP, Pemerintah Kota Surabaya telah sukses melakukan pendekatan pemukiman terjangkau, terbukti dengan geliat kampung yang menjadi aset tak lekang waktu.”

Kepala Laboratorium Perumahan dan Pemukiman & Perencanaan Perancangan Kota Prodi Teknik Arsitektur Untag Surabaya ini bangga karena KIP telah sukses membawa transformasi kampung melalui kualitas fisik dan lingkungan yang meningkat. “Entry point di 2020 adalah program Kampung Tangguh Melawan COVID-19. Adapujn exit point yang ingin dicapai adalah branding pada kesehatran, keamanan, co-existence dan pengembangan UKM,” jelas Hasti. Partisipasi, kata Hasti, menjadi kunci suksesnya KIP, “Dengan demikian, KIP berkelanjutan dan Tangguh serta melestarikan warisan budaya di samping sosioekonomi.”

Housing and Urban Development Specialist - Claudio Acioly tampil sebagai keynote moderator didampingi Associate Human Settlements Officer of UN HABITAT - Ana Cubillo Arias. Pada sesi yang sama, diskusi panel juga diisi oleh pembicara lainnya, yakni: Ministry of Social Development and Human Security of Thailand - Thipparat Noppaladarom, Housing and Urban Development Division of Brazil - Tatiana Gallego, National Director of Education Planning of Argentina - Inez Cruzalegui, Coordinator at National Upgrading Support Programme of South Africa - David Morema dan Director for Africa chez Moroccan National Tourism Office - Mehdi Benrhanem. (um)

 



PDF WORD PPT TXT