Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Dosen Untag Surabaya Angkat Topik Pandemi dalam Penelitian

Sejumlah 89 dosen Untag Surabaya melakukan penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian masyarakat, Selasa (14/7). Dari 52 proposal penelitian yang mendapatkan dana hibah dari Universitas, 8 diantaranya mengangkat topik pandemi COVID-19. Ini menjadi bukti kepedulian serta kontribusi dari akademisi Untag Surabaya dalam membantu pemerintah utamanya masyarakat dalam menghadapi pandemi. Melihat dari sudut pandang Usaha Mikro Kecil (UMK), Dr. Ayun Maduwinarti, M.P., meneliti Dampak Adanya Virus COVID-19 Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) Mitra LPPM Untag Surabaya. Subjek penelitiannya adalah 10 UMK Mitra LPPM yang terdampak pandemi.

“Kami melakukan survey awal dengan mitra-mitra UMK seperti Batik Teyeng, Handicraft, Perca Handuk,” jelas Ayun. Dari hasil survey yang ia lakukan melalui sambungan telepon, ia menemukan dampak COVID-19 bagi UMK cukup luar biasa. Ayun menjelaskan dampak yang sangat terasa adalah dengan tidak adanya pameran maupun event yang biasa diikuti oleh UMK. Hal ini juga berakibat pada pemasukan masing-masing UMK. Sebagai peneliti, dosen Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ITU mencoba untuk mengidentifikasi terlebih dahulu, sebab masing-masing UMK bisa jadi berbeda. Setelah itu, ia baru bisa memberikan solusi berbentuk pendampingan hingga pelatihan. “Akan kami lakukan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Sebelumnya, Ayun telah melakukan penelitian bersama dengan Dr. Sri Andayani, M.M., pada salah satu UMK mitra LPPM, Kanta Craft. “Setelah adanya pandemi ini kita mencoba gali kembali,” ungkapnya. Ia berharap dengan penelitiannya ini mampu memberikan solusi agar UMK mampu survive ditengah pandemi maupun tatanan normal baru. Ayun menambahkan, “Kami dari Perguruan Tinggi paham secara teoritis juga empiris dari pengalaman-pengalaman. Dari sana kami coba beri rekomendasi agar mereka bisa beradaptasi lagi.”

Sementara itu, Sayidah Aulia Ul Haque, M.Psi., Psikolog mencoba meneliti Hubungan Antara Strategi Coping, Status Sosial dan Resiliensi Warga Surabaya Selama Masa Pandemi COVID-19. Dalam penelitiannya, dosen yang akrab disapa Aulia ini mencoba meneliti kondisi resiliensi warga Surabaya terkait pandemi dan menghubungkan dengan cara warga menanggulangi rasa cemas maupun ketidaknyamana. Hal ini biasa disebut strategi coping. “Dalam strategi coping, bisa ditanggulangi dengan 2 cara, yakni manajemen pikiran/hati atau dengan action. Kami ingin tahu warga lebih banyak menggunakan yang mana,” urainya.

Dalam kondisi ini, dosen Fakultas Psikologi itu juga mencoba mencari tahu perbedaan kondisi resiliensi yang dialami oleh orang-orang dengan riwayat pendidikan hingga jenis kelamin yang berbeda. Dibutuhkan setidaknya 400 responden untuk mewakili warga Surabaya. Meneliti bersama dengan Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi., Aulia berharap hasil penelitiannya mampu mengetahui potensi bertahan dan cara yang biasa digunakan warga Surabaya dalam menghadapi pandemi serta kelompok mana yang paling mampu atau bahkan kesulitan menghadapi pandemi. (ua)

Login dengan Username dan password Siakad Anda