logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Dorong Mahasiswa Ikut IISMA, Untag Surabaya Gelar Sosialisasi

Seiring capaian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang gemilang pada tahun 2021, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus menggencarkan partisipasi mahasiswa. Salah satunya adalah dalam program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA). Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor 1 Untag Surabaya - Harjo Seputro, ST., MT. saat membuka Sosialisasi IISMA pada Kamis, (13/1). Kegiatan yang digelar secara virtual ini diikuti oleh 250 mahasiswa.

Dalam sambutannya, Harjo menyebutkan bahwa pada 2021 pelaksanaan MBKM Untag Surabaya telah diikuti oleh 1.610 mahasiswa. “Artinya ada di kisaran 11,9 persen, masih terlalu kecil. Di tahun 2022, kami melipatgandakan keterlibatan mahasiswa menjadi dua kali lipat. Kami mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi,” terangnya. Harjo menyampaikan, program MBKM terutama IISMA dapat memperkaya kompetensi dan meningkatkan daya saing mahasiswa. “Setelah sosialisasi ini harus ada tindak lanjut, sehingga kita mempersiapkan mahasiswa untuk bisa mengikuti program IISMA ini,” imbuh Harjo.

Sosialisasi IISMA menghadirkan narasumber tunggal, yakni Waka Sub Pokja Mobilitas Luar Negeri Program Kampus Merdeka Kemdikbudristek RI - Rachmat Sriwijaya, ST., MT., D.Eng. Dia mengatakan bahwa IISMA merupakan program flagship dari Kemdikbudristek RI yang memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk bisa menempuh dalam 1 semester mahasiswa dapat memilih 1 perguruan tinggi dari 73 perguruan tinggi di 31 negara. “Ini kesempatan bagi anda untuk melihat dunia lain selain yang kita jalani,” katanya.

Diterangkan oleh Rachmat bahwa program IISMA senada dengan kebijakan MBKM yang memberikan kemerdekaan belajar kepada mahasiswa. “Jadi Mas Menteri berharap mahasiswa mendapatkan pembelajaran pada perguruan tinggi berbeda,” paparnya. Dia menambahkan bahwa kemerdekaan tersebut tidak membatasi mahasiswa untuk belajar. “Landasan berpikir IISMA adalah bahwa mahasiswa bebas memilih bidang yang disukai. Melalui program ini, mahasiswa akan mempelajari mata kuliah yang tidak ada di prodi asalnya.

Lebih lanjut Dosen Universitas Gadjah Mada ini memaparkan bahwa program IISMA dapat diikuti mahasiswa saat semester 5 hingga semester 7 dengan minimal IELTS 6.0. “Mahasiswa dinominasikan oleh kampus asal, jadi ada seleksi internal yang kemudian wakil rektor memberikan surat rekomendasi,” jelasnya. Melalui program IISMA ini mahasiswa  diharapkan dapat beradaptasi dengan baik. “Belajar tak hanya mata kuliah tapi juga kebudayaan yang baru, sehingga saat memasuki dunia kerja akan menjadi terbiasa untuk bekerja dengan pola yang berbeda,” tutup Rachmat. (um/rz/kr)



PDF WORD PPT TXT