logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Dekati Puncak, Wendi Lolos Semifinal Panjat Tebing

Wendi Antonius Nababan menjadi salah satu perwakilan terbaik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur Tahun 2022. Mahasiswa Prodi Teknik Elektro ini bertanding cabang olahraga Panjat Tebing yang digelar di STIE Malangkucecwara, Kamis, (24/3).

Menjadi pengalaman pertama Wendi mengikuti kompetisi panjat tebing. “Awalanya saya gak nyangka bisa ikut Pomprov ini karena saya belum pernah ikut pertandingan Panjat Tebing sebelumnya dan saya diusulkan senior di UKM Pataga untuk mengikuti Pomprov,” tutur Wendi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Panjat tebing mulai disukai Wendi sejak memasuki bangku perkuliahan. “Alasan saya ikut cabang olahraga ini salah satunya karena memang saya senang dengan panjat tebing dan saat di bangku kuliah. Lebih tepatnya masuk ke UKM Pataga,” ungkapnya. Bersama UKM Pataga, Wendi mulai berlatih secara rutin. “Saya belum pernah mengikuti kompetisi dalam bidang cabor ini. Setelah sering latihan, rasa adrenalin saya itu ditantang,” kata anak kedua dari empat bersaudara ini.

Menuju Pomprov 2022, Wendi menghabiskan satu bulan untuk berlatih secara intens. “Saya memaksimalkan latihan saya dalam satu bulan terakhir sebelum kompetisi, biasanya latihan di Wall Climbing Pataga. Pelatih saya Mas Totok dan Mas Efendi,” ujarnya. Jalur panjat menjadi tantangan baru bagi Wendi saat berlatih. “Tantangan selama latihan adalah di jalur panjat, karena untuk merubah jalurnya butuh dana juga, jadi kadang bosan menggunakan jalur itu-itu aja. Akhirnya hanya melatih kekuatan bertahan.” tuturnya.

Selama berkompetisi, Wendi melewati tiga tahapan. “Dalam kompetisinya sendiri ada tiga tahapan sampai final, yang pertama kualifikasi dengan 50 peserta. Setelah itu ada semi final dengan 16 semifinalis dan yang terakhir final,” sebutnya. Wendi yang berhasil memanjat hingga mendekati puncak tebing harus puas di babak semifinal. “Karna ini pengalaman pertama saya, pastinya agak grogi namun tidak mematahkan semangat saya. Meski tidak lolos ke final memang rasa kecewa itu ada, tapi saya tetap semangat dan bakal lebih berusaha lagi kedepannya,” tegas alumnus SMAN 1 Siborong-borong, Sumatra Utara ini.

Wendi berharap Untag Surabaya semakin mendukung para atlet Panjat Tebing. “Harapan saya sih, kampus bisa memfasilitasi lagi untuk Panjat Tebing ini dari segi mengubah jalur yang ada di Wall Climbing Pataga serta sarana dan prasarana pemanjatan juga,” harapnya. Wendi pun memberikan semangat bagi mahasiswa lainnya. “Tetap semangat dalam setiap kegiatan yang di lakukan, setiap mahasiswa memiliki hak untuk berprestasi. Hal ini yang bisa mengantarkanmu pada kesuksesan di masa depan,” tutupnya. (um/rz/kr)

 



PDF WORD PPT TXT