Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

DAAD GANDENG PRODI TEKNIK ARSITEKTUR DALAM INTERNATIONAL SEMINAR CONCIOUS CITY

Kota Surabaya kembali menjadi tuan rumah dalam seminar internasional bertajuk ‘International Seminar Concious City - Sustainable and Equitable City - Making’ yang diadakan pada 3-8 September 2019. Program Studi Teknik Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dipercaya oleh Deutscher Akademischer Austauschdient German Academic Exchange Service (DAAD) untuk ambil bagian dalam seminar internasional ini bersama UN Habitat dan Technische Universitat Berlin. Kamis, (5/9) seluruh peserta melakukan kunjungan ke Taman Surya dan Balaikota serta ditutup dengan tur di Kampung Lawas Maspati di mana para peserta disuguhi kopi, angsle, ronde plus dan polo pendem.

Kamis siang, seluruh peserta mengunjungi Bagian Perencanaan Pembangunan Kota (BAPPEKO) Surabaya. Kunjungan ini diterima oleh Ema Agustina, ST. - Kepala Sub Bidang Penataan Ruang, Pemukiman dan Lingkungan Hidup BAPPEKO Surabaya. “Selamat datang di Kota Surabaya, kami akan memaparkan sedikit mengenai Surabaya Smart City yang sedang kami canangkan. Kami memiliki command center di mana menjadi pusat untuk mengontrol 1.200 CCTV yang tersebar di beberapa tempat,” kata Ema. Meski demikian dia mengaku penilaian Smart City belum ada dalam skala nasional, “Akan tetapi karena Kota Surabaya sering mendapatkan penghargaan sejenis, maka sedikit banyak kami mengetahui patokan penilaian.”

Dosen Prodi Teknik Arsitektur - Dr. Hj. RA. Retno Hastijanti, MT. turut serta dalam seminar internasional ini. Dia mempresentasikan penelitiannya yang bertajuk Tanaman Epifit sebagai Alat Alternatif untuk Pengawasan Hijau Lingkungan Kota. “Surabaya sebagai kota metropolitan merupakan kota rentan terhadap perubahan iklim, karena banyaknya sumber polutan. Beruntung polutan ini dapat diatasi melalui inovasi pemkot Surabaya yang turut mendapat penghargaan lingkungan baik nasional maupun internasional. Salah satunya melalui Ruang Terbuka Hijau,” paparnya.

Epifit, menurut Hasti menjadi solusi untuk ruang terbuka hijau di Kota Surabaya, “Karakter epifit yang mampu menyimpan air sehingga bersifat xeromorfik adalah sebagai monitor yang baik untuk lingkungan hidup. Tanaman epifit di Kota Surabaya dapat berkembang dengan baik, sehingga iklim mikro kota Surabaya juga terawat.” Hasti menerangkan bahwa tak mengherankan bila tanaman ini menjadi pilihan pemerintah kota sebagai alat pemantau lingkungan. “Jenis tanaman Epifit yang digunakan adalah Platicerium dan Orchidaceae. Dengan metode hijau melalui tanaman ini, tentu didapatkan hasil yang memuaskan lingkungan kota Surabaya senantiasa hijau dan terjaga,” tutupnya. (Um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda