logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

BPSDM Untag Surabaya Gelar Orientasi Bagi Dosen Baru

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus melakukan upaya dalam meningkatkan kompetensi dosen, salah satunya perdana di tahun 2022 menggelar orientasi bagi dosen baru. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Senin-Kamis (25-28/7), diikuti oleh 29 dosen baru yang akan mengajar di FISIP, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, serta Fakultas Psikologi.

Tujuan dilakukan orientasi ini dipaparkan oleh Rektor Untag Surabaya - Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. “Dengan adanya visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS) Untag Surabaya, harapannya dosen dapat berperan aktif dan berkontribusi dalam pencapaian VMTS tersebut,” ujarnya. Tingkat pemahaman mengenai VMTS ini dapat diukur melalui dua hal; ketercapaian kinerja dosen dan ketercapaian target kinerja masing-masing unit. “Ini juga berkaitan dengan rencana strategis (Renstra) Untag Surabaya tahun 2035 yang memiliki daya saing sampai Asia untuk menuju Universitas kelas dunia,” lanjutnya. Rektor Untag Surabaya juga menambahkan untuk mewujudkannya perlu dilakukan program peningkatan internasionalisasi bidang akademik dan memperluas jaringan kerja sama, selain itu juga diperlukan SDM yang berdaya saing dan juga pelayanan yang berbasis IT.

Kepala BPSDM - Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi mengatakan untuk mengembangkan SDM yang berdaya saing dapat dilakukan dengan tujuh target kinerja. “Tujuh target kinerja mencakup kebijakan pengelola SDM, asesmen dan pelatihan, SIM SDM, kualitas layanan, monev kinerja, data base valid, dan reward berbasis prestasi,” tuturnya. Hal ini turut ditimpali Kepala Bidang Asesmen dan Pengembangan SDM - Hikmah H. Farhanindya, S.Psi., M.Psi., Psikolog. “Pada dasarnya tugas dosen dalam penyelenggaraan pendidikan itu melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi; pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Tiga hal ini saling berkesinambungan dalam menghasilkan ilmu, sebagai sumber informasi dan inspirasi bagi masyarakat mengenai pendidikan, dan juga ilmu itu bisa kita aplikasikan pada masyarakat,” ujar Hikmah.

Selain itu juga terdapat point penting saat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni dosen perlu memperhatikan sikap dan penampilannya di depan publik, hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler - Karolin Rista, M.Psi., Psikolog. “Kita perlu mengenali lingkungan tempat kita bekerja, pahami budayanya agar tidak salah berpenampilan. Karena penampilan dan bahasa tubuh memiliki prosentase paling besar dalam menimbulkan kesan pertama seseorang terhadap kita,” jelasnya. Dalam pemaparan materinya, dosen yang akrab disapa Kak Olin ini juga memberikan contoh berpakaian mulai dari formal hingga casual, posisi berdiri, hingga cara bicara. “Semua yang melekat dalam diri kita menunjukkan siapa kita,” timpalnya.

Dilanjutkan pada hari kedua, Kepala Bidang Percepatan Pengurusan Jabatan Akademik – Mastuki, S.Si., M.Si. juga turut memberikan materi mengenai pentingnya mengurus jabatan akademik fungsional dosen, seperti guru besar, lektor kepala, lektor, asisten ahli, tenaga pengajar. Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Akademik (BPA) – Dr. Nanis Susanti, M.M juga berkesempatan untuk memaparkan kurikulum pengembangan akademik yang digunakan Untag Surabaya. Namun tidak hanya dosen, tetapi dari sisi mahasiswa juga perlu disiapkan agar mereka menjadi pembelajar yang terampil, kreatif dan ulet (agile learner). Kepala Biro Akademik – Dwi Harini Sulistyawati, S.ST., MT. menyambut baik Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Program ini (MBKM) merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin berintegritas. Syukur alhamdulillah, Tahun 2021-2022 Untag Surabaya memiliki 9 BKM MBKM serta menerima berbagai hibah,” ujarnya. Sebagai penutup, Rini mengajak untuk bersinergi dalam menggencarkan program MBKM ini. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT