Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

BKUI HADIRKAN GURU BESAR DARI REPUBLIK CEKO

Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar kuliah tamu pada Selasa, (10/9) di Meeting Room Gedung Graha Wiyata lantai 1. Dengan tema Social Research Method, peserta adalah mahasiswa/i Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari lintas program studi dan angkatan. Kuliah tamu dibuka langsung oleh Wakil Rektor 3 - Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng yang didampingi oleh Dekan FISIP - Dr. Endro Tjahjono, MM. “Selamat datang di UNTAG Surabaya. Terima kasih telah berkenan memberikan pengetahuan internasional pada mahasiswa khususnya di bidang social research method,” kata Muaffaq dalam sambutannya. Dia berharap, “Kami berharap kuliah tamu pagi ini bisa memberikan wawasan dan menghasilkan luaran yang positif. Semoga bisa diserap dan bisa dipraktekkan oleh peserta.”

Kuliah tamu ini dimoderatori oleh Dosen Ilmu Komunikasi - Irmashanti Danadharta, S.Hub.Int., MA. Tampil sebagai narasumber Prof. Štefan Chudý, Ph.D bersama Asst. Prof. Jitka Plischke yang terbang jauh dari Republik Ceko. Di awal kuliahnya, Prof. Štefan menuturkan bahwa Palacký University Olomouc, tempatnya mengajar merupakan universitas tertua kedua di Republik Ceko, di mana negara ini jantung Eropa. “Palacký University Olomouc menyediakan 8 fakultas dengan 332 program studi. S-1 bisa dilalui selama 3 tahun, sedangakn 2 tahun untuk S-2. Adapun S-3 bisa diselesaikan selama 3-4 tahun. Kami rutin memproduksi jurnal dan setiap 2 tahun kami meluncurkan jurnal yang berbahasa inggris,” ujarnya.

Dia pun memaparkan hasil penelitiannya setelah meneliti bersama 10 peneliti dari berbagai negara. “Saat ini eropa melancarkan beasiswa penelitian misalnya dari jenjang universitas dan sekolah. Hasil penelitian lebih diperhitungkan ketika bekerjasama dengan peneliti dari kampus/negara lain. Adapun topik tentang keberagaman dan identitas sangat kental di penelitan sosial. Salah satunya adalah penelitian tentang mematok standarisasi kompetensi pengajar Eropa. Sayangnya hasil penelitian ini belum bisa diterapkan di Indonesia karena perbedaan budaya,” terang Prof. Štefan. Di akhir pemaparannya dia mengatakan, “Terima kasih telah mengundang kami. Semoga melalui kuliah tamu ini dapat terus terjalin kerjasama yang positif antar 2 universitas ini.” (UM/ZE)

Login dengan Username dan password Siakad Anda