Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

BERSAMA KAMPUNG KETANDAN, UNTAG SURABAYA PERINGATI HAUL MBAH BUYUT

Kampung Ketandan menjadi salah satu kampung binaan program studi Teknik Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya. Pada Juli 2016 Kampung Ketandan mendapatkan penandaan dan revitalisasi pendopo saat Kota Surabaya menjadi tuan rumah dalam acara internasional, PrepCom 3 of UN Habitat III. Hingga saat ini kerjasama antar kedua belah pihak terus terjalin. Bertepatan dengan tahun baru Islam, Minggu, (1/9) UNTAG Surabaya turut memperingati Haul Mbah Buyut Tondo yang menjadi pahlawan bagi Kampung Ketandan. Tondo dalam nama Mbah Buyut karena beliau dianggap berjasa telah menemukan dan menandai wilayah Kampung Ketandan.

Dr. RA. Retno Hastijanti, ST., MT. menerangkan, kawasan Kampung Ketandan adalah kampung yang dikelilingi Jalan Tunjungan, Embong Malang, Blauran, dan Pramban.  Keempat kawasan ini dinamakan urban enclave atau kantong-kantong perkotaan yang bisa menjadi supporting peningkatan kualitas lingkungan di sekitaranya. “Karena itu kawasan ini mempunyai potensi untuk dikembangan menjadi wilayah wisata. Di tahun 2016 Mahasiswa Teknik Arsitektur melakukan revitalisasi pendopo dari awal perancangan sampai finishing yang saat ini menjadi ruang publik bagi masyarakat setempat,” terang Hasti.

Saat ditemui di akhir Haul, Ketua RW Kampung Ketandan - Eko Suciadi, SH. Menuturkan Haul Mbah Buyut Tondo rutin diperingati bersama perayaan 1 Muharram. “Mbah Buyut Tondo ini menjadi pahlawan bagi kami. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Kampung Ketandan, beliau memberikan peneduh agar kami hidup rukum. Dipercaya pula beliau memberikan hal-hal baik sehingga kampung ini tentram,” papar Eko. Mewakili masyarakat Kampung Ketandan dirinya menyampaikan terima kasih kepada UNTAG Surabaya. Dia berharap, “Semoga hubungan tidak putus begitu saja dan terus berlanjut. Kami berharap UNTAG Surabaya dapat mendukung apa yang tidak dimiliki kampung ini.”

Terkait kerjasama yang telah dibina, Hasti menceritakan awal mulanya, “Kampung Ketandan adalah salah satu kampung yang masih memiliki nilai-nilai budaya yang harus dilestarikan. Berawal pada tahun 2016, Mahasiswa Teknik Arsitektur melakukan penandaan di Kampung Ketandan, karena banyak dari masyarakat yang belum tahu tentang Kampung Ketandan dilanjutkan revitalisasi.” Lebih lanjut Hasti menuturkan, “Revitalisasi ini bertepatan dengan PrepCom 3 of UN Habitat III dengan prakarsa UN Habibat yang merupakan sayap organisasi PBB yang bergerak di bidang permukiman dan pembangunan kota berkelanjutan.” (Um)

Login dengan Username dan password Siakad Anda