logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Berbekal Kemampuan Yang Mumpuni, Anggota UKM PATAGA Surabaya Berhasil Menemukan Pendaki Hilang Di Bukit Krapyak

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam 17 Agustus 1945 (PATAGA) Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus giat dalam aktivitas sosial sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan bahwa dari sekian relawan yang ikut dalam melakukan pencarian orang hilang yakni Raffi Dimas (20) seorang pendaki di Bukit Krapyak, Pacet Mojokerto, terdapat tiga anggota PATAGA Surabaya yang juga terlibat dalam melakukan pencarian yang diselenggarakan oleh Tim Search and Rescue (SAR) Surabaya dari 25 September sampai 2 Oktober.

Ketiga anggota PATAGA tersebut merupakan semester tiga, mereka adalah Ahmad Reihan Vianda dari Prodi Ilmu Hukum, Putra Priangga Surya Maulana dari Prodi Teknik Sipil, dan Fadel Muhammad dari Prodi Teknik Elektro.

Meskipun baru kali pertama melakukan pencarian orang hilang, ketiganya mengaku tidak kesulitan dengan medan yang dilalui karena sudah berbekal pengalaman saat latihan dan melakukan berbagai kegiatan di UKM Pataga Surabaya. “Materi yang kami dapat di pataga sangat berguna saat pencarian survivor seperti management logistik. Namun yang paling digunakan tentang pengetahuan penggunaan alat vertical rescue dan teknik climbing karena korban waktu itu ditemukan di tebing,” ungkap Reihan.

Sementara itu, Priangga Surya menceritakan bahwa korban telah hilang selama 16 hari dan ditemukan pada tanggal 27 September. “Sebelumnya telah dilakukan pencarian selama 14 hari tapi tidak ketemu,” ungkap Priangga mahasiswa peraih Medali Emas pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jatim tersebut.

Priangga yang juga merupakan anak dari seorang anggota PATAGA tahun 1991 angkatan ke-3 itu mengaku bahwa korban ditemukan di sebelah tebing setinggi hampir 80 meter. Fadel pun menceritakan pengalaman yang luar biasa saat melakukan pencarian. Dia menceritakan bahwa saat pertama kali korban ditemukan langsung diserukan azan dan dibunyikan peluit.

Kehebatan PATAGA Surabaya dalam pengabdiannya kepada masyarakat memang tak bisa dipandang sebelah mata, berbagai kegiatan seperti bersih-bersih sungai dan gunung hingga pembukaan jalur pendakian Gunung Raung via Kalibaru pernah dilakukan.

Sedangkan bukan pertama kali bagi PATAGA Surabaya mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Tim Search and Rescue (SAR) Surabaya, hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PATAGA Surabaya – Rais. “Sering sekali kita bersama SAR Surabaya. Waktu tsunami Palu di Sulawesi contohnya dan lalu terakhir kemarin secara bergilir kami kirim anggota untuk korban erupsi Semeru,” ungkap Rais.

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut memang tidak pernah diwajibkan untuk anggota PATAGA mengikuti kegiatan tersebut, namun selalu diberikan dorongan dan dimotivasi untuk ikut agar mendapatkan pengalaman yang lebih.

Rais berharap ada dukungan dari Perguruan Tinggi untuk bisa dijadikan sebagai potensi bagian dari program MBKM. “Mungkin bisa dimasukkan sebagai bagian dari program kegiatan MBKM, karena juga termasuk dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rais. Sementara itu Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya juga mengucapkan belasungkawa bagi keluarga dan teman korban yang ditinggalkan. (ms/rz)



PDF WORD PPT TXT