logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

BEM Untag Surabaya Kembali Berikan Bantuan untuk Warga Terdampak Pandemi

Kabar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah kembali menggerakkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untag Surabaya bekerjasama dengan seluruh Ormawa Untag Surabaya melakukan kegiatan sosial. Pada Sabtu (13/7), 15 mahasiswa Untag Surabaya yang terbagi menjadi beberapa tim itu memborong dagangan pelaku UMKM sekitar kampus yang kemudian dibagikan pada masyarakat umum yang membutuhkan.

Program “Dari Untag untuk Rakyat” ini memang bertujuan untuk meringankan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pedagang makanan sekitaran kampus yang terdampak kebijakan PPKM Darurat. BEM Untag Surabaya telah membuka donasi dari masyarakat umum sejak awal pemberlakuan PPKM Darurat lalu.  Hasil donasi yang terkumpul digunakan untuk memborong dagangan dan dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan dan juga terdampak pandemi, misalnya tukang becak, ojek online hingga tukang sampah.

Tak dipungkiri, dengan adanya aturan jam buka hanya sampai jam 8 malam, penghasilan pedagang makananan mengalami penurunan. “Melihat yang ada di lapangan, keluh kesah masyarakat ketika tidak ada pembeli salah satunya karena tidak bisa makan di tempat, menjadi suatu keprihatinan kita semua,” ucap Damanhuri, salah satu anggota BEM Untag Surabaya. “Kegiatan ini juga berkelanjutan, selama PPKM berlanjut maka akan terus berlanjut,” lanjutnya. Hingga saat ini, program “Dari Untag untuk Rakyat” ini telah berlangsung selama dua kali.

Tidak jauh berbeda dengan pembagian sebelumnya, panitia melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan lokasi hingga sasaran. Namun, kali ini lokasi yang dipilih berada di 5 titik berbeda: Tenggilis, Merr, Rungkut, dan Panjang jiwo. Ketua Pelaksana aksi-Kallyana Tantri Neezmadevi mengatakan, “Dari 15 anggota yang ikut serta, dibagi pertim sejumlah 3 hingga 4 orang dengan lokasi yang berbeda. Pembagian lokasi ini diharapkan agar tidak menimbulkan kerumunan.” Seluruh panitia yang turun juga diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan diantaranya memakai masker dobel, menjaga jarak, hingga memakai sarung tangan jika diperlukan. “Semoga dengan kegiatan sederhana kami ini banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk berdonasi sehingga bermanfaat bagi yang membutuhkan,” harapnya. (ua)



PDF WORD PPT TXT