Developed Direktorat Sistem Informasi

Hubungi Kami di 031-5931800

Detail Berita

Beasiswa Erasmus+ Sulit Ditembus, Mitos atau Fakta?

Siapa yang tidak ingin berkuliah dengan beasiswa? Telah banyak institusi yang memberikan beasiswa magister maupun doktor. Begitu pun dengan Erasmus+ yang menjadi impian pemburu beasiswa termasuk mahasiswa dan lulusan Universitas 17 Agsutus (UNTAG) Surabaya. Menjawab animo yang tinggi tersebut, Rabu, (30/10) Bagian Kerjasama dan Urusan Internasional UNTAG Surabaya mengadakan Sosialisasi Beasiswa Erasmus+. Bertempat di Ruang Seminar Utama Gedung Q lantai 1, sosialisasi dibuka oleh Wakil Rektor 3-Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng. “Erasmus punya asosiasi hampir di semua negara Eropa. Ini peluang yang baik, jadi jangan ragu untuk bertanya. Kita ambil nilai positif untuk mengembangkan diri kita,” katanya.

Amalia Nurul Muthmainnah, S.I.Kom., MA. tampil sebagai narasumber. Dosen program studi Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya ini merupakan alumni Erasmus+. Dia menerangkan, “Beasiswa ini telah ada sejak lama dan hibah diberikan oleh Uni Eropa. Jurusan yang ditawarkan begitu banyak, jadi tidak perlu khawatir.” Pun dia membagikan pengalamannya selama berkuliah, “Di Eropa Bahasa Inggris memang diperlukan tetapi tidak wajib seperti native speaker, meski demikian tetap harus disiapkan dari sekarang. Jangan minder dengan kampus asal kalian, karena semua kampus punya kesempatan yang sama untuk dapat beasiswa. Surat rekomendasi juga dibutuhkan tetapi lebih baik dari dosen pembimbing yang sudah akrab dengan kita.”

Pada kesempatan yang sama, digelar kuliah umum bertema ‘International Relations between Indonesia and Europian Union’ dengan narasumber Charles-Michel Geurts. “Saya senang sekali bisa berada disini. Saya suka bicara bahasa indonesia, tetapi saya tidak bisa,” kata pria yang menjabat sebagai Chargé d’Affaires ai EU Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam ini. Kepada para peserta dia menuturkan bahwa Indonesia memiliki peranan penting bagi Eropa, salah satunya karena pendapatan per kapita yang selalu stabil dan didukung dengan kerjasama perdagangan dan investasi. “Indonesia penting bagi Uni Eropa. Anda adalah alasannya. Pemuda Indonesia adalah kekayaan. Anda bisa mengikuti Erasmus+ untuk membangun Indonesia lebih baik.” (um/zee)

Login dengan Username dan password Siakad Anda