logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Bahas Opini Audit Terhadap Laporan Keuangan, Hendy Widiastoeti Berhasil Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi

Dr. Dra. Hendy Widiastoeti., MM., CTA., CPA. akhirnya resmi menyandang gelar Doktor bidang Ilmu Ekonomi dari program studi Doktor Ilmu Ekonomi (DIE), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. Dia mampu mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Analisa Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan dan Kepatuhan PSAK terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD), Kinerja Keuangan, dan Opini Audit dengan Good Corporate Governance sebagai Moderasi pada Badan Usaha Milik Negara di Bursa Efek Indonesia’, didepan tim penguji dengan hasil memuaskan, Kamis (2/12).

Dosen Akuntansi Untag Surabaya ini mengaku tertarik menjadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2017-2019 sebagai objek penelitian dikarenakan sekitar 50% sahamnya adalah milik negara. Data yang diperoleh bersifat sekunder, awalnya Hendy menganalisis 21 BUMN Non Bank kemudian di sortir menjadi 16. “16 itu yang sudah listing di bursa dan sudah mengeluarkan laporan keuangannya lengkap dengan opini dari Kantor Akuntan Publik (KAP),” terangnya.

Lebih lanjut lagi Hendy memaparkan, bahwa proses audit akan menghasilkan laporan audit, dan ini merupakan media yang digunakan auditor untuk berkomunikasi dengan masyarakat.  Dalam laporan audit tersebut, auditor menyatakan opini mengenai kewajaran laporan keuangan dari masing-masing perusahaan. “Biasanya disajikan dalam laporan audit baku, yang terdiri dari tiga paragraf, yaitu paragraf pengantar, paragraf lingkup dan paragraf pendapat,” ujarnya. Sehingga opini audit atas laporan keuangan menjadi salah satu pertimbangan yang penting bagi investor dalam mengambil keputusan berinvestasi.

Namun menurut Hendy, pendapat yang diberikan auditor tidak semua murni bersih, akan ada catatan di dalamnya. “Ada wajar tanpa pengecualian, wajar dengan syarat, ataupun pendapat lainnya. Dari situ saya teliti mengapa ada catatan seperti itu,” pungkas Hendy yang juga merupakan seorang auditor. Dia juga ingin menunjukkan kepada rekan-rekannya sesama orang akuntansi bahwa tidak kemudian opini itu bisa muncul begitu saja, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebelum auditor itu mengeluarkan hasil. “Faktor itu berkaitan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) maupun kebijakan ekonomi,” ujarnya.

Dalam proses menyelesaikan disertasinya, ada pula kendala yang dilaluinya yakni tidak adanya akses untuk bertanya langsung kepada pimpinan di masing-masing BUMN sehingga Hendy harus teliti. “Jika susunan direksi, sejarah perusahaan, dan laporan keuangannya sudah lengkap baru bisa saya ambil sebagai data,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kepatuhan PSAK terhadap CSRD, kinerja keuangan, dan Opini Audit. “Sedangkan GCG terbukti memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap opini audit, dan GCG tidak memoderasi pengaruh CSRD terhadap opini audit,” pungkas Hendy.

Selain itu, Hendy berharap penelitiannya dapat dijadikan referensi dan berguna bagi peneliti lain. “Mungkin peneliti selanjutnya bisa meneliti kelanjutan faktor-faktor tersebut terhadap BUMN yang tidak terdaftar di BEI,” tutupnya. (oy/rz)



PDF WORD PPT TXT