logo-untag-surabaya

Developed By Direktorat Sistem Informasi YPTA 1945 Surabaya

logo-untag-surabaya
logo-untag-surabaya

Detail Berita

Bahas Ekonomi Kreatif, Tiga Prodi Untag Surabaya Berkolaborasi

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus berupaya mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar mahasiswa dapat menambah wawasan lintas prodi. Tiga program studi Untag Surabaya: Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika dan Manajemen berkolaborasi menggelar Student Conference and Call For Paper 2022 on Data Science, Business Intelligence and E-Business. Tema ‘Ekonomi Kreatif Berbasis Data menuju Indonesia Maju’, kegiatan pada Sabtu, (4/6) diikuti oleh tak kurang dari 500 peserta yang merupakan Dosen, Mahasiswa Untag Surabaya maupun dari luar. Peserta juga mendapatkan e-sertifikat, e-prosiding ber-ISBN, terindeksi google, open jurnal system (OJS).

Wakil Walikota Surabaya - Ir Armuji, M.H. yang hadir membuka kegiatan dan menyampaikan bahwa generasi muda berperan penting dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis data. “Generasi muda harus punya kemampuan untuk merubah atau beradaptasi dengan perubahan. Ide dan gagasan akan membawa konsep perubahan. Keberadaan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal,” katanya. Armuji pun mengajak peserta untuk terus kreatif dan berinovasi. “Mari merubah mindset kita untuk bersama-sama mengartikan bahasa sebuah informasi yang seluas dan semudah mungkin sehingga bisa menjadi sumber kreativitas. Peran generasi muda menjadi penting," tambahnya.

Wakil Rektor I Untag Surabaya - Harjo Seputro, ST., MT. mengapresasi gelaran Student Conference and Call For Paper tersebut. “Kegiatan ini merupakan upaya untuk menciptakan iklim akademis yang semakin semarak di samping mendorong mahasiswa untuk menambah wawasan, memperkaya pengetahuan dan mengasah kemampuan menulis dalam ide kreatif,” ujarnya. “Kita harus mampu menuangkan ide-ide kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jika ide kreatif dapat dihilirisasi dan diimplementasikan pada masyarakat, artinya dapat menambah kompetensi sosial untuk kita semua,” ungkapnya.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dosen Ilmu Komunikasi Untag Surabaya – A.A.I Prihandari Satvika Dewi, M.Med.Kom. menghadirkan dua Narasumber yang kompeten pada sistem informasi era digital. Direktur Sistem Informasi YPTA Surabaya - Supangat, M.Kom., ITIL., COBIT selain menjadi Narasumber, Supangat juga menginisiasi kegiatan ini. Sebagai pemateri pertama memaparkan bahwa teknologi dan ekonomi kreatif tidak dapat dipisahkan. “Pemanfaatan teknologi pada ekonomi kreatif di Indonesia semakin berkembang pesat, khususnya terkait dengan penggunaan data big data. Kehadirannya justru mengintensifkan kreativitas manusia,” paparnya. Menurut Supangat, kreativitas menjadi aspek penting. “Untuk memahami ekonomi kreatif harus dari sisi kreativitas untuk menciptakan sesuatu baru. Jangan objek dibiarkan begitu saja, perlu sentuhan baru. Tidak ada batasan dalam kreasi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kaprodi Program Profesional Informatika Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya - Dr. Ir. Esther Irawati Setiawan, S.Kom., M.Kom. tampil sebagai narasumber kedua yang berbicara pengolahan teks yang mendampingi gambar dan video yang mengarah pada multimodal yang diiringi dengan data science.  Eshter menyebutkan bahwa data science sering berkaitan dengan kehidupan manusia modern. “Misalnya kita chat tentang dress yang kita sukai. Tidak lama kemudian keluar iklan dress yang diperbicangkan ketika membuka media sosial lain, dan pastinya akan diarahkan ke penjual yang menyediakan dress tersebut,” sebutnya. Esther yang juga sebagai Manajer Google Devoloper Group Surabaya ini menerangkan, kreativitas sangat penting karna dengan kreativitas    kita kebutuhan data science kian meningkat. “Menurut Sandiaga Uno, ekonomi kreatif akan dibangkitkan dengan big data. Akan ada peningkatan 28% kebutuhan di tahun 2026. Kreativitas menjadi kunci membangkitkan ekonomi kreatif,” tutupnya. (um/rz)



PDF WORD PPT TXT